Oplos Minyak, Petugas Bekuk Mantan Keuchik

Diamankan : Tim Satreskrim Polres Bireuen mengamankan barang bukti kasus tindak pidana migas. FOTO ISTIMEWA.

BIREUEN (RA) – Tim Satreskrim Polres Bireuen, mengamankan seorang mantan keuchik dan empat warga pengoplosan minyak mentah yang berada di Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan.

“Mantan keuchik berinisial MY sebagai pemilik tempat atau toke tadi pukul 22.00 Wib kita tangkap dan dijadikan tersangka, lainnya masih status sebagai saksi,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto,SE.,SH melalui Kasatreskrim Iptu Eko Rendi Oktama, SH kepada wartawan, Minggu (2/9) dinihari.

Diterangkan bahwa tim opsnal Satreskrim Jumat (31/8) sekira pukul 22.00 Wib, didampingi Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama,SH mengamankan telah pelaku diduga melakukan tindak pidana migas, dengan identitas sebagai berikut.

Berinisial MS (42) wiraswasta, A (36) tani dan Z (58) sopir ketiganya beralamat sama di Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan, Bireuen juga ada seorang lagi inisial M (33) sopir, Desa Dama Tutong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Selain itu turut diamankan juga sejumlah barang bukti antara lain, satu unit mobil Dum Truk BL 9131 ZA, dua mesin pompa air, tiga drum yang berisi minyak mentah, delapan drum kosong dan dua drum berisi minyak hasil olahan.

Kasatreskrim menjelaskan kronologisnya, awalnya tim mendapatkan informasi ada dugaan tindak pidana migas, berlokasi di Desa Blang Rambong, dan tim langsung mendatangi tempat itu, sesampainya di dapur penyulingan/pengolahan minyak mentah milik MY alias Geucik “N”.

Tim langsung mengamankan 4 orang saat itu sedang melakukan aktifitas bongkar muat minyak dan pengolahan minyak, lalu dilakukan penangkapan terhadap pemilik tempat pengolahan berinisial MY alias Geucik “N”, lalu orang dan barang bukti dibawa ke polres untuk pemeriksaan.

Ditanyai ancaman hukumannya, pelaku terancam dijerat pasal 53 huruf a Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000. 000,00 (lima puluh miliar rupiah. (rah/min)