Dua Reporter Diringkus, Aung San Suu Kyi Bungkam, Dunia Geram

Aung San Suu Kyi. Net

Harianrakyataceh.com –¬†Kekecewaan terhadap pemenjaraan dua Jurnalis Reuters, disambut dingin oleh pemimpin

 Aung San Suu Kyi. Hal ini memicu anggapan bahwa seorang pejabat enggan mengkritik keadilan.

Jurnalis Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, ditangkap saat melaporkan kekejaman yang dilakukan selama pengusiran oleh militer Myanmar kepada sekitar 700.000 Muslim Rohingya pada 2017.

Pengadilan Yangon pada hari Senin (3/9), mengatakan bahwa mereka bersalah. Masing-masing akan dihukum tujuh tahun penjara. Keputusan ini memicu kemarahan PBB, Uni Eropa dan AS, media dan kelompok hak asasi manusia.

Suu Kyi, yang menjadi tahanan rumah selama 15 tahun, mengandalkan media asing untuk menyoroti kesedihannya. Dia dikutuk oleh masyrakat duni karena sikap acuh terhadap kasus dan putusan.

Aung Hla Tun, mantan wartawan Reuters yang sekarang bekerja untuk pemerintah sebagai wakil Menteri Penerangan, membela keengganan Suu Kyi.

“Mengkritik sistem peradilan akan sama saja dengan penghinaan terhadap pengadilan,” katanya kepada AFP pada Selasa (4/9). Dia menjelaskan sikap diamnya Suu Kyi sejauh ini dan mengatakan dia tidak akan pernah mengkritik.

Pengacara untuk dua wartawan tersebut akan mengajukan banding putusan sementara. Sampai akhirnya presiden negara itu, sekutu dekat Suu Kyi, dapat memaafkan tahanan.

(iml/JPC)