Pelajar Bolos Sekolah Dirazia

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama WH dan Satpol PP merazia pelajar yang bolos saat jam belajar, Kamis pagi (13/9). FOR RAKYAT ACEH

JANTHO (RA) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama WH dan Satpol PP Kabupaten Aceh Besar menggelar sidak dan razia pelajar yang bolos/berkeliaran saat jam belajar di seputaran wilayah kecamatan Ingin Jaya, Blang Bintang dan Kuta Baro pada hari kamis pagi, (13/9).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Dr. Silahuddin, M.Ag saat briefing bersama tim sidak di posko Satpol PP-WH di Lambaro menyampaikan permintaan dukungan semua pihak baik masyarakat maupun Satpol PP-WH untuk memantau dan menegur serta melaporkan jika ada siswa/pelajar yang berkeliaran saat jam belajar ke sekolah dan orang tua, agar upaya membentuk karakter pelajar dapat berjalan dengan baik dengan dukungan dan keterlibatan semua elemen.

“Razia yang kita laksanakan hari ini jika ditemukan pelajar bolos bukan untuk diambil tindakan, tapi diingatkan, diberi arahan serta didata untuk dievaluasi,” terang Dr. Sila.
Tim Razia dipimpin Kabid. Dikdas Drs. Imran yang didukung oleh personil Satpol PP, WH dan Kepolisian mendapati beberapa siswa yang sedang menikmati minuman dan wifi pada salah satu warung kopi di kawasan Ingin Jaya.

Sepuluh pelajar tersebut berpakaian bebas dan sebagian memakai celana sekolah adalah siswa SMP Negeri dan SMA Negeri dalam wilayah Aceh Besar. Beberapa pelajar yang tidak masuk sekolah tersebut didapati memiliki rokok dan mathes di saku celana, sehingga diberi peringatan dan bimbingan setelah menghubungi pihak sekolah dan selanjutnya diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

Di kawasan Blang Bintang tim razia mendapati 4 (empat) pelajar SMAN 12 Kota Banda Aceh sedang nongkrong. Saat tim razia tiba hendak menyapa, 2 pelajar langsung melarikan diri dan 2 lainnya ditanyai keberadaan mereka di kawasan Blang Bintang. Siswa yang tidak mau menyebutkan nama tersebut mengakui telat tiba di sekolah dan mau jalan-jalan ke Blang Bintang.

Drs. Imran meminta para pelajar tersebut untuk tidak mengulangi lagi perilaku bolos, apalagi membohongi orang tua dari rumah. Sebelum kembali ke rumah, mereka diminta bacakan surat Al Fatihah, Al Kafirun dan Surat Dhuha.

Kegiatan razia dan penertiban para pelajar saat jam belajar tersebut bertujuan untuk mengawasi proses belajar-mengajar dan antisipasi maraknya narkoba dikalangan pelajar belakangan ini, sehingga upaya pengawasan ini perku terus menerus dilakukan dengan partisipasi semua elemen masyarakat, karena pendidikan bukanlah milik dinas pendidikan dan sekolah, tapi milik masyarakat untuk melahirkan generasi mendatang yang lebih baik. (eno/rif)