Polisi Tangkap Pengedar Ganja di Pendopo Bupati

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa memperlihatkan barang bukti ganja dan tersangka yang dibekuk di Pandopo Bupati. Kamis (13/9). Foto: Denni Sartika

MEULABOH (RA) – Kepolisian Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Barat mengamankan dua tersangka dugaan pengedar ganja. Penangkapan dua tersangka ini, dilakukan dari tempat dan waktu berbeda, Kamis (13/9).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, merincikan, dua tersangka kasus narkotika, yakni Inisial S (47) yang berkerja sebagai kernet tukang bangunan asal Komplek Perumahan CRS, Gampong Blang Brandang, Kecamatan, Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Ia diamankan saat berada di Pendopo Bupati Aceh Barat, jalan Imam Bonjol, Rabu (12/09) kemarin. Bangunan Pendopo tersebut sedang tidak aktif karena sedang direnovasi, hingga tidak ada petugas Sat Pol PP dan Satpam yang berjaga.

Dalam penangkapan S, berhasil mengamankan barang bukti sebanyak tiga paket ganja. Barang bukti yang terbungkus dengan kertas koran seberat 250 gram. Dan lokasi penyimpanan, juga pada tempat berbeda, yakni satu bungkus di halaman dan dua bungkus di atas plapon pendopo.

Penangkapan tersebut, hasil pengembangan pada Senin (10/09) lalu, saat petugas mendapat informasi, jika di Jalan Imam Bonjol, Gampong Seuneubok, diduga sering dilakukan transaksi jual beli barang haram tersebut.

Menindaklanjuti kebenaran, Rabu (12/09) sekira pukul 17.00 WIB, petugas Narkoba di bawah pimpin Kasat Res Narkoba Aceh Barat IPTU Bukhari, langsung menuju lokasi. Setelah memastikan tersangka ada di Pendopo Bupati Aceh Barat, polisi pun mengamankan buruh bangunan berinisial S ini.

Berdasarkan keterangan kepada polisi, tersangka mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria inisial J yang dibeli seharga Rp250 ribu.

Sementara tersangka berinisial AS (28) warga Desa Kuta Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, ditangkap pada Selasa (11/09) sekira pukul 23.30 WIB.

AS ditangkap di Jalan Bungong Jaroe, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Dari tersangka, polisi mengamankan satu paket ganja yang dibungkus dengan kertas buku tulis, beratnya 3,50 gram.

Dalam jumpa Pers tersebut, Bobby menuturkan, tersangka berinisial S disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara. Dan tersangka AS diancam Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang yang sama dengan ancaman paling lama delapan tahun penjara. (den/bai)