2.000 Gemadesantra Kader Anti Narkoba di Aceh

Arahan : Asisten 1 Mursyid,SP memberi arahan saat membuka pelatihan kader anti narkoba digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sabtu (15/9) pagi di Aula Setdakab Lama. RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Sebanyak dua ribu pemuda-pemudi disejumlah kabupaten/kota di Aceh termasuk Bireuen, secara bertahap mengikuti pelatihan kader anti narkoba Generasi Muda Desa Nusantara (Gemadesantra) digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung dua hari dimulai Sabtu-Minggu (15-16/9) di Aula Setdakab Lama dan berlanjut ke Kecamatan Jeunieb dibuka Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos, diwakili oleh Asisten 1 Mursyid,SP, di Aula Setdakab Lama.

Sekjen dari Kemenpora Asep Ali, MSi mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut digelar ditiga provinsi di Aceh, Bali dan Jakarta, setelah sebelumnya telah digelar di Indonesia wilayah timur. Kegiatan ini kerjasama antara Kemenpora dan BNNK Pusat.

Dengan target dari ke tiga provinsi dapat menghasilkan 6000 kader pemuda anti narkoba dan di Aceh dapat dibentuk 2000 kader, terbagi di 5 kabupaten yang sudah di Aceh Jaya dan Bireuen nanti ke Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya.

“Untuk Bireuen target 400 kader dibagi dua lokasi di Kota Bireuen dan Jeunieb akan dihadiri Asisten Deputi Wawasan Kepemudaan Kemenpora,” ungkap pejabat Kemenpora itu.

Sementara itu Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos dalam pelatihan mengusung tema “keren tanpa narkoba” itu mengharapkan untuk Bireuen dapat dibentuk kader lebih 5000 orang karena generasi muda adalah penerus bangsa.

Bagi peserta juga diharap mengikuti acara ini dengan sebaiknya dan para tutor dapat memberikan pembekalan bermamfaat bagi generasi. Kami mohon dengan ada pelatihan kader anti narkoba ini ke depan dapat membentuk generasi emas bukan lagi generasi heng.

“Sangat disayangkan sekarang ada anak masih pelajar sudah isam lem cap kambing,” imbuh Asisten I seraya berharap agar pemuda sebagai kader anti narkoba ini dapat membantu Pemda, tidak mungkin Polisi dan TNI saja mengawasi peredaran narkoba tanpa dukungan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Asisten I juga mengajak pemuda-pemudi mamfaatkan potensi alam salah satu sektor pertanian dengan bercocok tanam, luas sawah di Bireuen 23 ribu hektare, diharap pemuda-pemudi bangkit mengelola pertanian menganti orang tua.

Juga sekaligus berterimakasih kepada BNN telah membuat program alternatif/menganti tanaman ganja dengan jagung di Meunasah Bungo Peudada Bireuen dan dengan adanya program itu diharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, imbuh Mursyid. (rah/min)