Masalah Tapal Batas Gampong belum Selesai

Rakyat Aceh

Truk dan Beko Dirusak

CALANG (RA) – Perusakan tiga unit mobil dam truk dan satu unit Eskavator (Beko) milik PT Wiratako berkaitan dengan masalah tapal Batas Desa Antara Gampong Meudang Geuhon dan Gampong Kareung Ateh, Kecamatan Indra Jaya di lokasi Galian C. Kasus tersebut sedang ditangani pihak kepolisian Resort Polres Aceh Jaya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya, Iptu Mahfud Musady, perusakan tersebut dilakukan oleh sekelompok orang. “Namun hingga saat ini belum dapat kita pastikan, pihak pemilik mobil tersebut sudah melakukan pelaporan, serta nantinya saksi-saksi akan kami ambil keterangan,” kata Mahfud Musady kepada Rakyat Aceh.

“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Tidak menutup kemungkinan adanya provokasi orang tidak bertanggung jawab, terkait perusakan tersebut kami sedang menaganinya,” ujar Mahfud

Sementara Keucik Gampong Kareung Ateuh, Said Ibrahim kepada Rakyat Aceh membenarkan, masa yang melakukan perusakan tersebut merupakan warganya. “Kejadian ini merupakan diakibatkan masyarakat merasa kesal, hingga saat ini tidak adanya titik temu terkait tapal batas antara gampong Kareung Ateuh dan gampong Meudang Geuhon.”
Seharusnya, saat melakukan pertemuan pada Jum’at (14/9) lalu, para muspika di Kecamatan, meminta pendapat kedua Desa, sehingga sama-sama menyampaikan aspirasinya terkait tapal batas. “Namun pada hari itu kami hanya mendengarkan arahan saja di kantor Camat Indra Jaya,” kata Said.

Hal ini menyebabkan, warga pada hari Sabtu kemarin meluapkan emosinya, turun ke lokasi Galian C yang sebelumnya sudah ada kesepakatan, bahwa sebelum adanya penyelesaian tapal batas tidak bisa bekerja dulu, namun kesepakatan tersebut tidak diindahkan sehingga masyarakat datang ke lokasi meluapkan kekesalannya dan merusak kaca mobil milik PT Wiratako.

Sementara Keucik Gampong Meudang Geuhon, Sofian kepada Rakyat Aceh mengaku saat pertemuan Jumat lalu, tidak dimintai keterangan masalah tapal batas. “Sementara kami telah membawa tokoh-tokoh yang mengerti masalah batas gampong. Kami saat ini berpedoman dengan profil peta Desa dari Badan Pertanahan Nasioanl (BPN) Kabupaten.
Terkait tapal batas tersebut, kami menginginkan adanya solusi dan ketegasan di Kecamatan agar penyelesaian tersebut di kemudian hari tidak terjadi lagi keributan. “Setidaknya pihak kecamatan harus memanggil satu dulu, dengan cara digilir sehingga setelah mendengarkan aspirasi dari kedua tokoh akan melahirkan titik temu saat duduk bersama,” kata Sofian.

Sempat Lakukan Pemanggilan

Sementara Camat Indra Jaya, Nawawi membenarkan sempat melakukan pemanggilan kedua belah pihak, tidak adanya itikat yang baik dalam penyelesaian tapal batas tersebut, sehingga tidak menemukan titik temu
Nantinya akan kami rencananya akan kami panggil kembali kedua belah desa untuk membahas kembali terkait tapal batas anatara kdeua kepala Desa serta para tokoh masyarakat.

Namun terkait adanya perusakan tersebut kami sangat menyesal. “Namun sebelumnya kami telah menyampaikan kepada pemilik galian C serta perusahaan tersebut agar tidak beroperasi dulu, (kepada Pihak Perusahan PT Wiratako) dikarenakan sedang adanya sengketa tapal batas yang belum menemukan titik temu, namun pihak perusahaan langsung beroperasi, padahal sebelumnya sudah kami sampaikan jangan beroperasi dulu,” kata Nawawi.

Nawawi menambahkan, sangat berharap kepada masyarakat untuk meredam emosinya, karena pada hari selasa (18/9) mendatang pihaknya akan membahas kembali terkait tapal batas dengan kedua belah pihak. “Jika nantinya tidak ada titik temu, maka akan kami limpahkan kepada Pihak Kabupaten,” tegasnya. (mag-67/rif)