Dinas SI dan WH Langsa Gerebek Pasar Banyak Emak-emak Tak Berbusana Islami

BERBUSANA KETAT : Seorang petugas WH Langsa menepikan seprang wanita berpakaian ketat dalam razia busana di kawasan pasar Langsa, Selasa (18/9). (Rakyat Aceh/Bahtiar Husin)

Quote Kadis SI Langsa Drs. H. Ibrahim Latif, MM
“Selama ini kita sudah memantau kondisi lapangan di kawasan Pasar Langsa, banyak perempuan baik emak-emak maupun anak gadis memakai busana yang tidak islami, seperti pakaian ketat dan tidak memakai jilbab.

LANGSA (RA) – Dinas Syariat Islam Langsa bersama petugas Wilayatul Hisbah (WH) menggelar razia busana masyarakat di tempat umum, dengan menggerebek kawasan pasar (peukan-red) Kota Langsa, Selasa (18/9).

Razia busana dadakan pukul 09.00 Wib tersebut, sedikitnya 22 perempuan memakai busana ketat dan 5 perempuan tidak memakai jilbab terjaring. Sebagai tindakan awal, semua pelanggar membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan meminta pihak keluarga membawa rok atau kain sarung dan jilbab ke lokasi razia untuk dipakaikan sebelum dibebaskan.

Kepala Dinas Syariat Islam Langsa Drs. H. Ibrahim Latif, MM dalam konfirmasinya kepada Rakyat Aceh mengatakan, razia busana secara dadakan ini sengaja dilakukan agar masyarakat sadar kedepannya untuk selalu memakai busana yang islami ketika keluar rumah.

“Selama ini kita sudah memantau kondisi lapangan di kawasan Pasar Langsa, banyak perempuan baik emak-emak maupun anak gadis memakai busana yang tidak islami, seperti pakaian ketat dan tidak memakai jilbab.

Makanya tadi (kemarin-red) spontan kita tugaskan WH untuk melakukan razia busana dikawasan tersebut,” sebut Ibrahim.

Dijelaskannya, selain merazia para ibu-ibu dan anak gadis yang tidak memakai busana islami di kawasan pasar Langsa. Petugas WH juga melakukan patroli keliling pasar untuk mendatangi ibu-ibu yang tidak memakai busana islami ketika berbelanja.

Lanjutnya, dalam patroli itu petugas WH hanya memberikan peringatan kepada para ibu-ibu tersebut agar kedepannya memakai busana yang islami ketika keluar rumah, baik untuk berbelanja ke pasar maupun keperluan lainnya.

“Walaupun banyak para ibu-ibu yang merepet dan marah ketika kita ingatkan masalah busana, namun demi mewujudkan Langsa sebagai kota berperadaban islami sebagaimana visi misi Walikota Langsa, kita tetap memberikan teguran dan nasihat kepada ibu-ibu tersebut, semoga kedepannya mereka tidak lagi keluar rumah dengan busana yang tidak islami,” ungkap Ibrahim lagi.

Tambahnya, sangat diperlukan kesadaran masyarakat sebagai pribadi muslim untuk menjaga nilai-nilai islam pada diri masing-masing. Terutama dalam hal berpakaian yang sesuai syariat yaitu tidak membuka aurat dan tidak membentuk lekuk tubuh. (dai/min)