Wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini ‘Bentuk Generasi Hafal Quran”

Aceh Besar (RA) Generasi ke depan di Aceh Besar hendaknya wajib menghafal Al quran sebagai benteng diri dari pengaruh apapun.

‘Alquran wajib dibaca dan mengerti isinya bagi generasi sekarang ini yang disebut milenial’, ujar Wakil Bupati Aceh Besar, Waled Husaini A Wahab di Pesantren Darul Quran Aceh ((DQA), Samahani, Aceh Besar, Senin , (23/9).

Waled menyebutkan, mulai sekarang generasi ke depan harus bisa menghafal ayat suci yang diturunkan Allah SWT di Mekkah itu. Maka perlu sekolah agama maupun pesantren sebagai corong dakwah pencetak kader Islami.

Sekarang memang terlihat sangat kecil alokasi dana untuk sektor agama maupun pesantren dibandingkan dengan yang lain. Maka saya tahun depan anggaran untuk itu disamakan. Selama ini pesantren dianggap tidak berkembang hanya disitu-situ saja belajar ilmu agama ya sudah’, jelas Waled Husaini yang juga punya pesantren di Seulimum, Aceh Besar.

Maka tidak ada cara lain menghadapi tantangan informasi yang setiap detik dapat diakses melalui internet yang membuat kita lalai.

Wakafkan Harta untuk Pesantren

Pada kesempatan itu, Waled juga mengapresiasi kepada saudara Razali dan istri asal Banda Aceh yang mewakafkan rumah seluas 1200 m2 untuk kepentingan agama Islam yang dikelola pesantren Darul Quran Aceh.

‘Wakaf merupakan sedekah jariah dan terus mengalir kepada yang memberi yang diberi secara ikhlas’, ujar Waled.

Kata Waled, wakaf yang sudah diberikan tidak boleh dijual oleh si penerima dan harus terus dimanfaatkan untuk kepentingan umat dan agama Islam, jelasnya lagi.

‘Saya bersama istri sudah sepakat rumah ini kami wakafkan untuk dijadikan pesantren anak perempuan’, ujar Razali usai penandatangan serah terima kemarin.

Selain wakaf rumah juga kemarin ada wakaf mobil dari sumbangan Kejati Aceh Khairul Amir dan donatur lainnya yang ikut menyumbang.

Acara lainnya kemarin dilanjutkan peletakan batu pertama rnovasi Masjid Al Mansur Dayah Darul Quran Aceh (DQA) Yayasan Haruen Aly di Desa Samahani, Sibreh Aceh Besar.

Sementara Ketua Yayasan Darul Quran Aceh Muhammad Yasir mengatakan saat ini ada sekitar 150 santri laki-laki dan kini beberapa santri sudah dapat belajar menghafal Alquran bervariasi ada yang sudah dapat menghafal 10 juz, 8 juzz dan 5 juz.

Program santri lain dibekali bahasa Inggris, seni tari dan olahraga.

‘Satu hafiz satu dan satu imam pada setiap gampong’, ke depannya di Aceh’. demikian Yasir. (imj)