Mahasiswa Desak Kapolri Tangkap Oknum Polisi

Massa padati jalan menuntut oknum polisi pelaku pemukulan mahasiswa ditangkap. Deni Sartika/Rakyat Aceh

MEULABOH (RA) – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh Barat berunjukrasa mengecam kepolisian di tugu Simpang Pelor Meulaboh, Selasa (25/9).

Pasalnya, aksi mahasiswa di sejumlah provinsi turut diwarnai insiden pemukulan yang dilakukan oknum polisi seperti di Bengkulu, Medan, Kendari, Gowa Raya, dan Makasar.

Mahasiswa yang menamakan kelompoknya Aliansi Gerakan Mahasiswa Aceh Barat Anti Penindasan dan Peduli Demokrasi. Menurut Koordinator aksi, Mudasir mereka mendesak Kapolri untuk mencopot oknum polisi pelaku penganiayaan.

“Karena tindakan demikian, telah mencoreng proses demokrasi di tanah air,” tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah segera memperbaiki nilai tukar rupiah dimata dolar yang kian anjlok. Penyebab rupiah melemah, menyebabkan daya beli di tengah masyarakat semakin sulit.

Terparahnya, sambung Mudasir, proses impor gila-gilaan terutama terkait pengadaan beras, tentu memberikan efek negatif bagi kondisi perekonomian masyarakat kelas bawah terutama kaum petani. “Seharusnya dibeli beras petani dalam negeri yang baru saja panen. Ngapain impor beras dari luar,” jelasnya.

“Paling utama kami meminta presiden stop impor barang dari luar. Berdayakan petani lokal,” ujarnya.

Aksi unjukrasa mahasiswa berlangsung di bawah pengawalan ketat apaparat Kepolisian Polres Aceh Barat. Mahasiswa yang berjumlah ratusan ini, juga membakar ban bekas di badan jalan, sehingga arus lalulintas harus dialihkan untuk sesaat. (den/mai)