Abu Paloh Gadeng Peusijeuk Keuchik Tambon Baroh

PEUSIJEUK- Ulama Kharismatik Aceh, Abu Paloh Gadeng, melakukan peusijeuk terhadap Keuchik terpilih Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara, Muzakir bersama istrinya usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, pada Kamis (27/9). Armiadi/ Rakyat Aceh.

KRUENG GEUKEUH (RA) – Keuchik terpilih Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara, Muzakir., ST, dipeusijeuk oleh Abu Paloh Gadeng, di meunasah gampong setempat, Kamis (27/9).

Prosesi peusijeuk itu dilakukan usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Keuchik Muzakir periode 2018-2024 oleh Camat Dewantara, Fadly. Pelantikan keuchik turut disaksikan oleh Kapolsek Dewantara, Danramil, Anggota DPRA, alim ulama, tokoh masyarakat Dewantara, tokoh masyarakat Tambon Baroh dan undangan lainnya.

Camat Dewantara, Fadly, kepada Rakyat Aceh, mengatakan, keuchik yang baru saja dilantik itu merupakan keuchik incumbent yang terpilih kembali saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Jadi kita tidak lagi mengarahkan keuchik kepada tugas, kewajiban, tanggungjawab serta larangan-larangan, karena pak Muzakir adalah keuchik periode sebelumnya,”ungkap Fadly.

Pun demikian, ia meminta kepada keuchik untuk terus melakukan pembangunan di Gampong Tambon Baroh dan peningkatan ekonomi masyarakat. “Terpenting adalah untuk saling menjaga kekompakan dengan aparatur gampong dan masyarakat setiap program yang dijalankan,”pintanya.

Sementara Keuchik Tambon Baroh, Muzakir, menyebutkan, dirinya akan melanjutkan program-program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, itu semua membutuhkan dukungan dan masukan dari semua pihak, termasuk Muspika Dewantara serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Abu Paloh Gadeng, dalam tausiah singkat mengatakan, pesta demokrasi pemilihan keuchik baru saja selesai dilakukan.

Maka Abu Paloh Gadeng mengajak untuk kembali membangkitkan semangat persatuan, persaudaran dan saling menjaga kehormatan, hidup rukun dan damai.

“Marilah kita sama-sama untuk menegakkan syariat Allah, yakni dengan melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah dan meninggalkan segala larangan dalam Islam,”ucap Ulama Kharismatik Aceh ini. (arm/min)