Bandar Sabu Nyaris Ditembak selundupkan 6 Kg sabu bersama keluarga

Petugas mengamankan bandar sabu saat gelar perkara di BNNP Aceh, Kamis (27/9). Hendri/Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Petugas BNNP Aceh menciduk bandar yang hendak menyulupkan sabu 6 Kg di Aceh Tamiang. Pelaku berinisial MN (30) itu ditangkap Senin (24/9).
Untuk melancarkan aksinya, MN membawa anak dan istrinya saat mengantar barang haram tersebut. Petugas nyaris menembak MN pada saat hendak ditangkap. Akibat ada keluarganya petugas hanya menangkap.

“Pinter dia bawa barang, sekaligus bawa istrinya sama anaknya, kalau nggak saya dor (tembak) juga. Tapi kan kita punya perikemanusiaan juga, ngak mungkin kita tembak depan istri dan anaknya,” kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Faisal Abdul Naser di Banda Aceh, Kamis (27/9).

Dalam gelar perkara, tersangka MN dihadirkan beserta barang bukti enam kilogram sabu.
“Penangkapan MN berawal dari informasi yang diterima petugas terkait adanya peredaran sabu dari luar negeri di Aceh Tamiang. Usai dilakukan penyelidikan, barang haram tersebut diketahui sedang bersama MN dan hendak diantar ke F yang kini menjadi DPO,” jelasnya.
Berdasarkan pengakuannya, MN mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang berinisial IF (kini DPO). Saat ini, petugas BNNP Aceh masih memburu dua orang yang masih buron.

“Barang bukti yang kita amankan totalnya 6 kilogram sabu. Sedangkan pelaku masih kita kejar,” jelas Faisal.

Saat gelar perkara, BNNP juga menghadirkan tersangka dari hasil pengembangan penyuludupan sabu 3 kg di Jakarta, yang ditangkap BNN pusat.
Tersangka yang diamankan di Banda Aceh, Rabu (26/9). Ia berinisial A (27), ia merupakan pengedali barang haram yang ditangkap di Jakarta.

“Ia mengaku dapatkan barang itu dari Cina dan masuk ke Aceh melalui Malaysia,” sebutnya.

Bersamanya juga diamankan satu unit mobil Spots merek Honda Civic. Mobil tersebut dibeli dari hasil bisnis sabu selam satu tahun. (ibi/mai)