Jalan Cot Meugoe dan Alue Limeng Rusak Parah

RUSAK LICIN : Warga melintasi jalan rusak dan licin ditanjakan berjurang di Cot Pinto Angen, Desa Cot Meugoe Jeumpa, Sabtu (29/9) kemarin. RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Pemerintah Kabupaten Bireuen diminta untuk mengaspal jalan utama desa rusak parah dari Blang Gandai ke Cot Meugoe tembus Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa.
Rusaknya jalan menghambat kelancaran geliat aktifitas keseharian masyarakat bertani di kebun dan guru serta anak-anak pergi sekolah di SDN 12 Jeumpa.

Pantauan Rakyat Aceh kemarin (29/9), jalan rusak parah dari batas jalan telah di aspal dari kawasan Desa Blang Gandai tembus ke Desa Alue Limeng jaraknya sekitar 8 Km, saat hujan jalan licin sangat sulit dilalui kenderaan masyarakat baik itu sepeda motor, mobil mengangkut barang dan beragam komoditi hasil pertanian.

“Iya benar jalan ke desa kami rusak parah dan licin sulit sekali dilalui saat musim hujan bahkan guru tidak bisa datang mengajar ke sekolah jadinya anak-anak tidak bisa belajar,” keluh Peutuha Tuha Peut Cot Meugoe Syukri Ahmad dan Ramli serta Muhammad Ilya warga setempat.

Sekdes Rusli Zainal dan Zulfadli alias Nek Dun kepada Koran mengharapkan, Pemda Bireuen agar benar -benar serius membangunan jalan desa penghasil komoditi pertanian terbesar di Bireuen, salah satunya seperti jagung ini.

“42 desa sudah setuju dalam Musrembang pembangunan jalan ini menjadi perioritas utama, tapi tidak ada realisasinya juga, kalau belum bisa semua minimal kami harap dibangun dulu 5 Km sampai Cot Meugoe agar guru bisa lancar datang ke SDN 12 mengajari anak-anak kami,” imbuh Sekdes diamini warganya.

Disampaikan juga kerusakan jalan paling parah mulai Blang Gandai yaitu tanjakan panjang Cot Pinto Rimba, Cot Lueng Teukuh, juga di Cot Pinto Angen sekitar 700 meter lagi mau sampai pusat Desa Cot Meugoe dan berbahaya jika tergelincir salah-salah bisa jatuh ke jurang dalam.

Selain itu serupa juga kondisinya di jalan tembus ke Alue Limeng berjarak sekitar 5 Km ke Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, sebagian besar rusak parah dan masih sangat rawan jika dijadikan jalan lintas utama keseharian masyarakat.

Keuchik Alue Limeng M Yusuf kebetulan bertemu Rakyat Aceh saat tiba di desa pedalaman itu juga membenarkan, jalan sudah pernah dilakukan pengerasan tahun 2016 lalu sampai batas dengan Cot Meugoe, begitupun masih sulit dilalui oleh masyarakat.

Untuk mengurus berbagai kepentingan ke Kecamatan Jeumpa, selama ini warga dan perangkat desa terpaksa harus putar jalan 20 an Km melalui Kecamatan Juli. “Kami juga berharap dibangun jalan tembus ke kecamatan atau minimal sampai batas desa agar warga lancar ke kebun bertani,” imbuh keuchik. (rah/min)