Slank Minta Maaf Batal Tampil di Sigli

SERAHKAN BANTUAN : Pentolan Band Slank, Bimbim, menyerahkan bantuan kepada santri Yatim Piatu penghafal Quran di MUQ Pidie, sebelum penampilan mereka di Alun-alun Kota Sigli, yang akhirnya dibatalkan. (zian mustaqin/rakyat aceh)

SIGLI (RA) – “Karena dalam keadaan berkabung atas peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Serta akan diadakannya zikir bersama di Sigli, maka dengan berat hati, Slank, terpaksa membatalkan konser hari ini di Sigli.

See you next week di Lampung,”
Permintaan maaf atas batalnya Slank tampil disampaikan pentolan grup Band Slank, Bimbim, disambut juga Kaka, melalui video yang ditampilkan di layar LED panggung utama konser di Alun-alun Kota Sigli, Kabupaten Pidie,Sabtu (29/9).

Tidak ada sambutan anarkis dari ribuan Slankers atau pendukung setia Slank yang datang dari berbagai daerah baik Aceh ataupun luar Aceh. Mereka tertib dan mematuhi kearifan lokal Pidie, meskipun terus didera tuduhan kehadiran mereka tidak bersyariat Islam tersebut.

Sebelumnya, saat berada di Pidie, Slank juga memberikan bantuan kepada Dayah dan menyantuni belasan santri yatim piatu yang menjadi penghafal Quran di pondok ilmu islam di Kecamatan Pidie.

“Setiap kita mendatangi daerah, kami selalu mengagendakan membantu mereka yang kurang mampu. Mengenai penampilan, kami rencananya akan bawa 16 lagu kepada Pidie.

Terutama lagu yang bersinggungan langsung, dengan anti korupsi, anti narkoba dan anti hoax,” terang Bimbim.

Kegagalan penampilan Group band papan atas Indonesia, Slank, sudah tercium pasca dikeluarkan surat dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) nomor 451.7/ 339/ 2018 M, perihal mohon dihentikan, konser Slank yang diselenggarakan oleh salah satu produsen rokok ternama di Indonesia.

Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Pidie dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pidie, tertanggal 17 September 2018.

Menanggapi surat MPU Pidie tersebut, Bupati Pidie Roni Ahmad mengatakan dirinya telah mencermati dan menghormati pendapat MPU, maka untuk menjaga kedamaian dan kearifan masyarakat di kabupaten Pidie, sebaiknya konser tidak dilaksanakan di kabupaten Pidie, namun surat tersebut tidak ditujukan kepada panitia, melainkan ditujukan kembali kepada MPU Pidie.

Slanker Aceh, Dedi (21), mengatakan dirinya sangat kecewa dengan batal manggungnya pelantun ‘Terlalu Manis’ tersebut di Sigli.

Pasalnya doa bersama belasan temannya dari Banda Aceh, sengaja datang untuk melihat langsung aksi dan lirik para Koruptor nantinya.

“Kecewa pasti. Kami kesini meski diguyur hujan. Tapi kami juga menghormati ulama dan ikut berduka atas musibah gempa disertai Tsunami di Palu, kami tidak.boleh bikin rusuh, karena mami Slankres, dan kami cinta damai,” Terangnya.

Lain halnya dengan Slankres Semarang, Amis (20), dia rela naik truck menuju Sigli bersama empat temannya dari Brebes, Jogja dan Surabaya, hanya untuk melihat band kesayangannya tampil.

“Kecewalah bang, sore pada tampik semua band lokal, tapi kami menunggu Slank, mengapa tidak tampil, kami jauh dari sana. Tapi ya sudahah, ini Aceh. Kami hormati mereka,” Pungkas pria yang berbaju hitam bertulisan Slankers cinta damai itu pada Rakyat Aceh.

Ketua Slank Fans Club (SFC), OK.Edo, mengenai batal tampilnya Slank di Alun-alun Kota Sigli, dia mengatakan sangat menghormati keputusan Slank terutama dan alasanya mereka tidak jadi manggung. Karena kami kesini juga Slankers untuk menggalang dana gampa palu, meski tak jadi tampil, kami telah mengumulkan dana sejumlah Rp. 450 ribu dan akan kami serahkan kepada posko bencana Palu.

“Kami punya Slogan dan moto, Peace, love, unity, and respect. Bapak dapat liat sendiri, tidak ada kerusuhan disini meski banyak yang kecewa Slank tak jadi manggung. Kami tetap menjaga perdamaian dan anti rusuh. Jika ada yang rusuh mengaku Slankers, maka itu gadungan.” Tegasnya. (zia/min)