10 Negara Tawarkan Bantuan

Masyarakat korban dan tsunami Plu antri untuk menunggu giliran naik Hercules milik TNI AU di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, (1/10). BOY SLAMET/JAWA POS

JAKARTA (RA) – Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak hanya menjadi perhatian nasional.

Namun ada beberapa negara lain yang turut menaruh perhatian mereka. Bahkan mereka menyatakan diri akan memberi bantuan sejumlah uang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo memastikan negaranya telah terbuka untuk menerima bantuan dari luar negeri. Hanya saja mekanisme penerimaan bantuan itu diterima secara selektif.

“Tadi malam presiden menyampaikan kepada Menlu bahwa Indonesia menerima bantuan internasional sesuai dengan kebutuhan. Artinya welcome negara-negara sahabat yang sudah menawarkan bantuan untuk penanganan gempa di Sulteng,” ujar Sutopo di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Senin (1/10).

Lebih lanjut, Sutopo menjelaskan, Menteri Kordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Pulhukam) Wiranto telah ditunjuk sebagai kordinator penerimaan bantuan dari negara sahabat. Nantinya dia yang akan memandu dalam menyeleksi bantuan masuk.

“Menkopolhukam ditunjuk sebagai kordinator, BNPB bersama Kemenlu saat ini menyiapkan mekanisme dan prosedur sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam hal ini AHA center (The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management) yang akan membantu dalam proses registrasi dan koordinasi bantuan internasional,” jelasnya.

Diketahui, saat ini setidaknya ada 10 negara sahabat yang telah menawarkan bantuan. Di antaranya yakni dari Tiongkok berupa uang senilai USD 200.000.

“Kalau berdasarkan data sementara terdapat 10 negara yang menawarkan bantuan ke Indonesia. Diantarannya Australia, Amerika Serikat, Maroko, Korsel, Uni Eropa, Tiongkok, Singapur, Turki, Filipina dan Swis. Semetara data detailnya ada di kemenlu. Dan Tiongkok akan menyumbang USD 200.000,” pungkas Sutopo.

Kepala Daerah Memimpin Relawan

Gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, mengundang prihatin dari seluruh penjuru negeri. Beberapa kepala daerah di Sulawesi Selatan bahkan turun langsung memimpin rombongan relawan untuk membantu korban di Palu dan Donggala.

Soppeng, misalnya. Sang Bupati A. Kaswadi Razak memimpin rombongan yang berangkat, Minggu (30/9). Mereka berangkat ke Palu dengan membawa 10 ton beras. Selain itu, mengirim 500 dus mi instan. Ada pula 500 dua air mineral dan 1.000 sarung.

Kaswadi dan rombongannya juga membawa misi mencari dan mengevakuasi korban. Khususnya korban dari Soppeng.

“Bagi masyarakat Soppeng yang akan ikut pulang ke Soppeng bisa ikut rombongan kami nanti. Ada truk dan bus yang dibawa ke Palu,” kata
Kaswadi.

Pemkab Tana Toraja melakukan aksi serupa. Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara memimpin langsung relawan yang berangkat. Victor juga membawa bantuan logistik. Khususnya bahan makanan dan keperluan lain yang dibutuhkan korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Selain itu, memberikan sumbangan Rp 100 juta.

Pemerintah Pangkep tak ingin tertinggal. Mereka mengirim tenaga medis RSUD Pangkep. Humas RSUD Pangkep Mansyur menyampaikan, tim yang diturunkan dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Pangkep Annas Ahmad. “Tim berangkat hari ini (kemarin, Red) menggunakan kapal perang dari Lantamal,” ujarnya.

Pemprov Sumatera Barat pun bahu-membahu untuk Palu dan Donggala. Mereka bakal segera mengirimkan bantuan rendang. “Saat ini kami telah mengumpulkan rendang lebih kurang 700 kg. Besok (hari ini, Red) dikumpulkan di BPBD untuk dikirim ke Sulteng,” terang Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit kemarin.

Rendang itu akan dikemas dalam ukuran setengah kilogram. Dengan begitu, rendang dapat mudah dibagikan kepada korban. (JPC/mai)