Inilah 8 Hoax Pasca Tsunami Palu

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Harianrakyataceh.com – Ada sebaran informasi bohong alias hoax yang muncul pasca gempa dan tsunami terjadi di Donggala, Palu, dan wilayah lain di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9).

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ada delapan sebaran hoax yang meresahkan warga.

Pertama adalah hoax tentang bendungan Bili-Bili yang berada di Kabupaten Gowa. Dikabarkan bahwa bendungan tersebut mengalami keretakan, namun setelah dicek oleh pihak setempat, bendungan berada dalam kondisi aman.

“Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (2/10).

Kedua, hoax tentang korban foto musibah yang menyebar seakan terjadi di Sulteng, namun pada faktanya foto itu adalah kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

Ketiga, hoax kabar walikota Palu meninggal dunia, padahal sesungguhnya Walikota Palu, Hidayat sehat wal’afiat bahkan turut melakukan tanggap darurat gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.

“Selanjutnya, adalah kabar tentang gempa bumi susulan, faktanya tidak ada satupun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB),” tuturnya.

Kemenkominfo juga menyebut bahwa foto gerak cepat relawan Front Pembela Islam (FPI) saat mengevakuasi korban gempa Palu adalah hoax. Ferdi menjelaskan bahwa foto yang tersebar itu merupakan foto saat relawan FPI membantu korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi.

Keenam, adalah hoax foto mayat yang meminta gempa, yang sebenarnya foto terkait diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau.

Ferdi juga menyebut bahwa prediksi gempa bumi kembali di Sulteng yang akan terjadi pada 2 Oktober adalah hoax.

“Sebab, faktanya tidak ada satupun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB),” tuturnya.

Sementara kabar bohong yang terakhir adalah tentang penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu bagi keluarga korban. Padahal sesungguhnya adalah penerbangan yang menggunakan Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu tersebut diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat.

”Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya,” tandasnya.

Jika ada informasi yang diduga mengandung hoax, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email [email protected] atau mention ke akun Twitter @aduankonten. [ian]