Bus Persiraja Diserang Suporter Cilegon United Lemparan Batu hingga Kaca Pecah

Bus Persiraja Diserang Suporter Cilegon United Lemparan Batu hingga Kaca Pecah

BANDA ACEH (RA) – Aksi tidak terpuji dilakukan oleh suporter Cilegon United dengan menyerang bus para pemain Persiraja. Ironisnya, kejadian memilukan tersebut terjadi saat tim tuan rumah menang telak atas Persiraja 4-0, Rabu (3/10).

Padahal, sepanjang laga bergulir tidak terlihat adanya masalah apapun antara pihak Persiraja dengan tuan rumah. “Kita tidak tau kenapa bus kita diserang. Karena sepanjang pertandingan kita tidak masalah dengan suporter atau penonton Cilegon United,” sebut Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani kepada Rakyat Aceh.

Permainan kedua tim berlangsung sebagaimana semestinya. Boleh dibilang tidak ada insiden berarti. Hanya saja, pertandingan sempat terhenti kurang lebih 5 menit, lantaran palang pintu pertahanan Laskar Rencong, Andika Kurniawan melayangkan protes atas keputusan sang pengadil.

“Karena kami memprotes wasit yang langsung memberikan kartu merah kepada Andika Kurniawan, padahal Andika sebelumnya tidak mendapatkan kartu kuning,” kenang Rahmad kecewa.

Dikisahkan Rahmad, kronologis penyerangan suporter Cilegon United terjadi saat tim Persiraja hendak pulang. Tiba-tiba sekelompok suporter datang menyerang bus yang ditumpangi pemain Persiraja beserta ofisial tim.

Ia mengaku heran dan tak tahu menahu apa sebab-musababnya sehingga Persiraja musti diserang. Akibatnya, salah satu bagian kaca bus pecah. Beruntungnya, tidak ada pemain dan ofisial yang cedera

“Kita tidak tahu apa sebabnya. Kaca bis sebelah kanan sampai pecah, beruntung semua pemain dan official tidak terkena batu dan pecahan kaca. Kita sangat menyayangkan penyerangan ini,” terangnya.

Lebih jauh, pihak Persiraja mengutuk keras kejadian seperti itu. Sepakbola dan kekerasan di Indonesia harusnya tidak berulang. Kematian suporter Persija yang viral beberapa saat yang lalu, harusnya menjadi pelajaran kepada semua pihak. Sayangnya, di Cilegon United hal itu masih terjadi.

“Di saat kita sedang dirundung masalah atas meninggalnya suporter Persija di Bandung, malah ada sekelompok suporter yang melakukan perbuatan tercela ini. Ini adalah hal buruk bagi dunia sepak bola Indonesia,” imbuhnya.

Bagi Sekum Persiraja, ada dua hal oleh pihak Persiraja sesali pada pertandingan itu, pertama kepemimpinan wasit dan kedua penyerangan suporter terhadap Persiraja.

Perlakuan memalukan dari suporter Cilegon United berbanding terbalik saat tim asal Provinsi Banten tersebut bertandang ke Aceh. Buntut dari tragedi penyerang ini, Persiraja akan melayangkan protes serius dengan melakukan pengaduan resmi kepada PT. LIB juga PSSI.

“Padahal tim Cilegon United sewaktu bertamu ke Aceh juga kita perlakukan dengan baik. Tidak ada penyerangan, tidak ada kekerasan. Jadi kita sangat menyayangkan atas kejadian ini. Kita akan buat protes dan pengaduan resmi ke PT. LIB dan PSSI,” pungkas Rahmad.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Krakatau Steel dipimpin oleh wasit asal Kalimantan Barat, Juhandri Setiana. Kemenangan menjadi milik Cilegon United dengan skor telak 4-0 atas Persiraja. Keempat gol masing-masing diciptakan oleh Hari Habrian, Ivan Havillah dan dua gol Ervin Riyanto. (mag-81/rif)