18 Negara Tawarkan Bantuan pesawat India dan Singapura telah mendarat di Palu

Reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat gempa di Kelurahan Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). Di perkirakan ribuan rumah tertimbun akibat bencana gempa dan tsunami tersebut. SAIPUL ANWAR/KALTIM POST

JAKARTA (RA) – Daftar negara-negara asing yang menawarkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah diterima Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Jurubicara Kemenlu Arrmanatha Nasir menyebut, ada sebanyak 18 negara sahabat yang sudah menawarkan bantuan ke Palu. Selain itu, ada juga bantuan dari dua organisasi internasional.

Arrmantha menjelaskan bahwa bantuan asing itu bersifat mandiri dan diharapkan datang sesuai waktu penerbangan yang ditetapkan.

“Bersifat mandiri dalam arti tidak membebani tim dari Indonesia,” ujarnya dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (4/10).

Namun demikian, Kemenlu tidak bisa menyebutkan mana saja negara yang telah bersedia memberikan bantuan tersebut. Ini lantaran data tersebut masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Bantuan asing untuk korban gempa bumi dan tsunami sudah mulai masuk. Menurut Arrmanatha Nasir, Kemenlu telah memproses semua permintaan izin penerbangan masuk ke Indonesia untuk bantuan asing. Dia mencatat ada sebanyak 11 permintaan dari negara asing yang telah diizinkan.

“Bahkan pesawat berisi bantuan dari negara sahabat sudah masuk, yaitu Singapore dan India sudah ada di Indonesia, sudah ada di Balikpapan dan Palu,” ungkapnya.

Meskipun izin penerbangan telah diberikan, namun pesawat-pesawat bantuan itu tidak serta merta bisa langsung masuk. Ini mengingat kapasitas Bandara Palu yang terbatas.
“Harus diingat kapasitas airport yang ada di Palu dan kota-kota sekitarnya mungkin tidak bisa menampung pesawat,” sambungnya.

Untuk itu, pesawat bantuan asing diharuskan menunggu kapasitas bandara senggang untuk bisa masuk ke Palu.

“Saya tekankan kepada rekan-rekan media, data tersebut akan terus berubah bahkan setiap jam baik dari jumlah bantuan dari negara-negara yang menawarkan,” tandasnya. (rmol/mai)