Persiraja vs Aceh United

Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Duel panas akan tersaji pada pekan ke-21, dimana dua tim Aceh akan saling berjibaku demi meraih poin guna mengamankan diri lolos ke babak 8 besar Liga 2 Indonesia. Persiraja ditantang saudara mudanya Aceh United, di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Senin malam (8/10).

Laga ini bertajuk “Derbi Aceh Jilid II”. Pada pertemuan sebelumnya, saat Aceh United bertindak sebagai tuan rumah, kedua tim Aceh bermain sama kuat menghasilkan skor kacamata 0-0. Kedua tim berhak mendapat satu poin.

Derbi Aceh Jilid II diprediksi akan menyita animo lebih besar. Mengingat, baik Persiraja maupun Aceh United butuh poin agar dapat melenggang ke babak 8 besar. Tim yang kalah, kemungkinan besar tidak lolos ke babak berikutnya.

Selain persaingan sengit di wilayah barat, kedua tim setelah Derbi nanti hanya menyisakan satu pertandingan. Persiraja bertandang ke Persik Kendal dan Aceh United menjamu Persibat Batang di Stadion Cot Gapu.

Pada pertandingan nanti, kedua tim datang dengan rasa berbeda. Persiraja memiliki ambisi besar untuk bangkit, setelah sebelumnya dalam ‘Tour The Banten’ dipercundangi Perserang dan Cilegon United.

Sebaliknya, Aceh United datang dengan rasa percaya diri tinggi, mereka baru saja mecetak sejarah sebagai tim pertama yang mampu menundukkan PSPS Pekanbaru di kandang mereka sendiri.

Pelatih Aceh United, Simon Elissetche kepada Rakyat Aceh mengatakan, timnya telah melakukan persiapan optimal setelah pulang dari Pekanbaru, dengan melakukan latihan rutin setiap hari di Banda Aceh guna mematangkan strategi yang akan dipakai menghadapi Persiraja.

Ia memberikan sedikit bocoran bahwa di laga nanti Aceh United akan menggunakan strategi agresif tanpa bola. “Kami akan main agresif tanpa bola dan ofensif dengan bola, tapi bagaimana strategi berjalan nantinya, tentu adalah rahasia dulu,” ujar Simon, Minggu (7/10).

Saat ditanyai tentang perjalanan Persiraja yang timpang antara di kandang dan tandang, serta apa saja kelebihan dan kelemahan tuan rumah, ia menjawab bahwa pada intinya (Aceh United) ingin fokus dengan meningkatkan kewaspadaan untuk dapat mengembangkan permainan.

“Persiraja beda di kandang beda di tandang. Di kandang mereka adalah tim dinamis, ofensif dan kuat. Kami bekerja untuk waspadai kekuatan mereka. Kekurangan dan kelemahan di kandang (mereka) sangat minimal. Jadi kami harus sangat fokus supaya permainan kami berkembang,” urai pelatih asal Chile ini.

Juru gedor Aceh United, sekaligus kapten kedua tim, Arianto akan berusaha sebaik mungkin di laga nanti. Saat disinggung perbedaan tampil di Stadion H Dimurtala dengan Stadion Cot Gapu, Bireuen ia melihat realitas, dimana di Cot Gapu ia dkk didukung oleh suporter sendiri. Sedangkan di Banda Aceh ialah kandangnya Persiraja.

Namun Arianto menggarisbawahi bahwa ia adalah anak Aceh yang berjuang untuk tim Aceh pula.

“Secara keseluruhan, sebagaimana telah disampaikan oleh pelatih, untuk pertandingan besok sudah dipersiapkan strategi dan kondisi tim. Akan berusaha sebaik mungkin. Insya Allah kami bisa mendapatkan poin, semoga Allah menghendakinya,” harapnya.

Dari kubu tuan rumah, Persiraja memastikan diri sudah siap menghadapi laga krusial tersebut. Dua kekalahan tandang dengan kebobolan tujuh gol merupakan catatan tersendiri serta telah dievaluasi oleh pelatih dan manajemen. Aspek terpenting bagi Persiraja adalah mendongkrak mentalitas bertanding.

“Kita sudah siap untuk pertandingan nanti, baik secara taktik maupun mental. Semua pemain berkomitmen untuk bermain sebaik mungkin dan ingin memenangkan pertandingan. Kita akan bermain dengan cara kita layaknya pertandingan home lainnya, terutama mengulangi performa terbaik sebagaimana saat menghadapi Semen Padang,” terang Pelatih Persiraja Akhyar Ilyas.

Hanya saja, untuk mensukseskan misi tiga poin penuh di kandang, Persiraja akan tampil sedikit pincang. Pasalnya, tiga pemain mereka tidak bisa bermain, termasuk wakil kapten tim, Defry Rizki. Dua diantaranya terkena akumulasi kartu sedang satunya lagi sedang sakit.

“Kita kehilangan tiga pemain, Defry Rizki, Andika terkena akumulasi kartu dan Faumi yang masih sakit (demam),” sebutnya. Luis Irsandi, palang pintu Persiraja berharap dirinya maupun temannya bisa tampil maksimal. Ia mengaku telah belajar dari kesalahan dan hasil buruk di dua pertandingan sebelumnya.

“Insya Allah persiapan sudah kami lakukan. Mudah-mudahan kita bisa tampil bagus. Semoga semua pemain bisa mengambil poin esok malam,” tutup pemain yang identik dengan rambut kribo ini.

Saat ini Aceh United berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga 2 zona barat dengan raihan 32 poin. Sedangkan Persiraja bertengger di urutan ke-5 dengan poin 29.

Selain dua tim Aceh ini, tim lain yang juga berpeluang besar lolos adalah Persita Tangerang yang menyisakan dua laga. Andai Persiraja mampu mengamankan dua laga sisa, Persiraja dipastikan lolos. Sebab, unggul dari sisi produktivitas gol dan head to heda dengan pesaing. (mag-81/rif)