Anggota DPRK Tinjau Tanggul Jebol

Ratusan Hektar Pertanian Terancam Hanyut

KUTACANE (RA)- Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Aceh Tenggara membuat tanggul sungai Alas di Desa Tualang Sembilar, Bambel, jebol pada Minggu (7/10).

 

Kondisi ini membuat ribuah hektar tanaman jagung warga hanyut, serta mengancam sebanyak enam desa, di kawasan daerah aluran sungai tersebut.
Adapun sejumlah desa tersebut seperti, Desa Tualang Sembilar, Kute Lengat Pangan, Tualang Baru, Bak Sako, Bambel Baru dan Alur Buluh.

 

Jebolnya tanggul sungai itu ditanggapi oleh Sopian Sekedang, anggota DPRK Aceh Tenggara dari dapil II Kecamatan Bambel, Bukit Tusam. Mengetahui hal itu dirinya pun meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Tualang Sembilar, Bukit Tusam, Senin (8/10).
“Pemerintah daerah khususnya BPBD hingga kini belum menangani masalah tanggul jebol ini. Padahal jebolnya tanggul ini memberi dampak besar bagi masyarakat, apalagi pertanian mereka,” kata Sopian Sekedang, Ketua Komisi A DPRK Aceh Tenggara kepada Rakyat Aceh.

 

Sopian menjelaskan, tanggul yang jebol tersebutpun tidak begitu luas, kisaran 40 meter. Bahkan untuk menutupi tanggul jebol itu pengerjaan hanya membutuhkan satu alat berat beco.

 

“Kita minta BPBD setempat agar cepat menanggapi tanggul jebol ini. Agar dampak ditimbulkan tidak besar dikemudian hari, mengingat ini memasuki musim hujan,” katanya lagi.

 

Sementara, Kepala BPBD Aceh Tenggara, Ramisin dikonfirmasi wartawan mengatakan sejauh ini belum ada laporan masyarakat didaerah itu terhadal tanggul jebol tersebut. “Belum ada laporan dari masyarakat dan untuk pengerjaanpun tidak ada anggaran,” pungkasnya. (val/bai)