BNN Latih Ketrampilan Tangan Warga

Ilustrasi (Ist)

Banda Aceh (RA) – BNN Kota Banda Aceh menggelar pelatihan ketrampilan tangan (Handycraft) pemberdayaan alternatif melalui pengembangan wirausaha bagi warga Peunayong. Kegiatan ini digelar di PAUD Gemilang, Jl Twk Mohd Daudsyah, Peunayong, Selasa (9/10).

 

Ada 20 warga Gampong Peunayong yang mengikuti kegiatan pelatihan ini. Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin hadir langsung dan memberikan sambutan pada kegiatan ini.

 

Kata sosok yang akrab disapa Cek Zainal, Pemko menyambut positif atas terselenggaranya kegiatan yang digelar BNN Kota Banda Aceh tersebut. “Apa yang telah dilakukan BNN Kota dan BNN Pusat di Peunayong ini patut kita apresiasi. Gampong ini penuh dengan kebhinnekaan dan itu perlu dijaga,” kata Cek Zainal.

 

Katanya, kegiatan ini sejalan dengan cita cita besar Pemko yang ingin mewujdkan Banda Aceh Zero Narkoba. “Kita memiliki cita-cita besar mewujudkan Banda Aceh Zero Narkoba. Saya pikir kegiatan pelatihan seperti ini sangat positif, terutama dari sisi pemberdayaan masyarakat yang kemudian manfaatnya juga bisa jauh dari narkoba,” kata Zainal Arifin.
Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Brigjen Pol Drs Agus Riansyah yang membuka kegiatan ini juga berharap semua warga yang mengikuti pelatihan ketrampilan tangan dapat berkembang dan mampu meningkatkan penghasilan keluarga.

 

Kata Brigjen Agus Riansyah, hari ini persoalan narkoba bukan hanya pekerjaan BNN, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak. “Semua harus bekerja keras memberantas narkoba. Harus kita lakukan dengan berbagai cara,” kata Brigjen Agus.

 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra mengatakan kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan hasil kerajinan karya warga Peunayong sekaligus meningkatkan ekonomi dan memajukan kewirausahaan.

 

Katanya, tugas BNN tidak hanya sebatas memberantas narkoba saja, tapi juga melakukan fungsi pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan, seperti kegiatan yang mereka gelar untuk warga Peunayong. “BNN tidak hanya memberantas narkoba saja, tetapi juga mencegah dan memberdayakan masyarakat agar terhindar dari narkoba,” tutup Hasnanda Putra. (ril/rif)