Isteri Disuruh Belanja, Suami Gantung Diri

Ilustrasi/Net

SIMEULUE ( RA) – Musmuliadi (33), berprofesi pedagang dan masih tercatat sebagai warga Desa Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam sumur miliknya, Selasa (9/10), sekira pukul 10.30 WIB.

Jasad Musmuliadi ditemukan tak bernyawa oleh Eka (26), isternya yang baru pulang belanja dengan posisi masih tergantung dalam sumur dengan tali timba sumur, seukuran jari kelingking orang dewasa, dan kemudian dilarikan warga setempat ke RSUD Simeulue.

Terkait dugaan gantung diri Musmuliadi itu, pihak berwajib masih melakukan pengembangan hal itu dibenarkan Kapolres AKBP Ayi Satria, melalui Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu Muhammad Khalil, kepada Rakyat Aceh, Selasa (9/10).

“Saat itu kita masih melakukan pengembangan dan mengumpulkan data serta meminta keterangan dari saksi, sedangkan isterinya belum bisa kita mintai keterangan, karena masih trauma,” katanya.

Masih menurut Muhammad Khalil, hasil keterangan sementara bahwa, sebelumya Musmuliadi menyuruh isterinya dengan membawa anak pertamanya, untuk belanja untuk kebutuhan keluarganya di kios yang berada di pemukimannya.

Namun setelah pulang belanja, isterinya mendapati rumahnya dalam kondisi sunyi dan kemudian melakukan pencarian, hasil pencariannya Musmuliadi ditemukan tergantung dalam sumur kontruksi beton segi empat, dengan kedalaman kurang dari 4 meter.

Hasil visum pihak RSUD Simeulue, juga menyatakan Musmuliadi tidak dapat diselamatkan jiwanya dan telah meninggal dunia. “Nyawanya tidak dapat diselamatkan dan sudah meninggal dunia, jasadnya telah dibawa pulang oleh keluarganya tadi siang untuk dikebumikan di desanya”, kata drg Farhan, Dirut RSUD setempat, Selasa (9/10).

Sejumlah sumber-sumber Rakyat Aceh, dari Warga Desa Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur, menyebutkan Musmuliadi, sehari-hari berprofesi pedagang dan tidak ada tanda-tanda keanehan atau sedang dalam kondisi sakit.

“Kondisinya biasa-biasa saja, tidak sakit atau keanehan yang ada pada dirinya, malahan kemarin baru saja dia mengurus proses kepindahannya dari Desa Lasikin, ke Desa Kuta Batu,” kata Oyon Mulyadi (30), warga Kuta Batu. (ahi/bai)