Tuna Wicara Ketiban Rezeki Surat Lamaran

Rakyat Aceh

Walau tuna wicara, Khairul tidak patah arang. Musim pendaftaran CPNS dimanfaatkannya jadi peluang; menjual jasa menulis surat lamaran.

Rahmat Hidayat – Bireun

Petugas cleaning servis di Kantor Bupati Bireun, belakangan ini cukup populer. Nyaris setiap hari, dikerumuni puluhan pelamar CPNS yang mengantre menunggu dilayani Khairul (40), warga Desa Geudong-Geudong Kota Juang.

Usai menyelesaikan tugas utamanya membersihkan kantor, Khairul mencari ‘lapak’ di pojok ruang Humas Setdakab. Bekerja ekstra menawarkan jasa menulis surat lamaran.
Hanya sekejap jasa Khairul laris. Dalam sehari ia bisa menyelesaikan 20 lembar surat permohonan. Untuk setiap surat dibandrol Rp20 ribu.

Saat melayani pendaftar CPNS, Khairul tidak sendiri. Ia ditemani Roji Raimunda (29), staf ruang pemerintahan. Roji membantu komunikasi antara Khairul dan konsumennya.
Kerja sampingan menulis permohonan itu, bukan baru kali ini saja dilakoni tetapi waktu penerimaan CPNS sebelumnya juga pernah.

“Iya saya membantu Bang Khairul untuk komunikasi, tulisannya bagus dan rapi, satu permohonan bisa siap dalam 10 menit, satu lembar harganya Rp20 ribu, mulai bekerja dari jam 9.00 sampai sore jam 18.00 WIB saat ramai yang harus ditulisnya,” terang Roji.

Surat permohonan tulisan halus kasar yang dituliskan Khairul, juga digunakan calon CPNS kabupaten tetangga. Jumaat lalu, jumlah konsumennya membludak dan rezekipun berlipat.

Rata-rata warga yang minta permohonan itu, pendaftar yang sudah berhasil mendaftar secara online. Mereka melengkapi berkas diserah ke BKPSDM, juga telah memiliki surat SCCN ada formasi dipilih contoh guru agama Islam ahli pertama.

“Iya surat permohonan ini dibutuhkan para pendaftar untuk melengkapi berkas yang akan diserahkan ke dinas,” ujar Ita (30), seorang pendaftar berasal dari Desa Cot Bada Peusangan Bireuen. (mai)