Pria Langsa Jual Bayi 10 Juta

ILUSTRASI/Net.

LANGSA (RA) – Seorang pria berinisial SK (41) warga Dusun Makmur, Gampong Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, menjual anak kandungnya sendiri yang masih bayi berisinial ST (7) pada keluarga yang berdomisili di Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang seharga Rp10 juta, Kamis (11/10).

Akibat perbuatannya, SK bersama keluarga pembeli bayi suami istri masing-masing RM (42) dan RT (43) akhirnya diamankan Satuan Reskrim Polres Langsa.

Selain itu petugas juga berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya, kurir dalam penjualan bayi tersebut masing-masing JM (54) ASN yang tinggal di Pondok Pabrik, Langsa Lama dan IS (60) pensiunan ASN warga Gampong Jawa, Langsa Kota.

Dari kelima terdakwa tersebut polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp5,5 juta, bayi ST dan surat keterangan serah terima bayi.

Atas perbuatannya ini kelima tersangka dikenakan pasal 2 undang-undang nomor 21 tahun 2007 jo pasal 76F undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang tindak pidana perdagangan orang atau traficking dan perlindungan anak minimal 3 tahun dam maksimal 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma, SIK mengatakan pengungkapan kasus penjualan bayi tersebut berawal dari Laporan PolisiNomor : LP/136/X/RES.1.15./2018/Res Langsa , tanggal 3 Oktober 2018. Atas dasar laporan tersebut, satuan Reskrim melakukan penyelidikan dan pengembangan lapangan.

“Dari penyelidikan yang dilakukan, akhirnya terungkap bahwa yang menjual bayi ST tersebut ayah kandungnya sendiri SK, yang kemudian berhasil kita tangkap pada Kamis (4/10) lalu di Kampung Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

Tersangka ini telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (traficking), dan anaknya yang dijual kepada orang lain seharga Rp10 juta itu tanpa sepengetahuan atau izin dari isterinya,” sebut Agung.

Dijelaskannya, tindak pidana perdagangan anak ini bermula pada Minggu 12 Agustus 2018, saat isteri SK berinisial NP pergi undangan dan menitipkan anaknya pada suaminya SK.

Ternyata saat isterinya keluar rumah, diam-diam tersangka SK langsung mengambil peralatan anaknya berupa pakaian, pempers, susu dan lainnya bersama anaknya dan membawanya pergi menggunakan sepeda motor ke SPBU Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Lanjutnya, setiba di SPBU anaknya tersebut langsung diserahkan pada kurir atau perantara JU dan IS yang sudah menunggu di lokasi.

Selanjutnya menggunakan mobil ambulance bayi ST tersebut diantarkan ke Perumahan Deno Indah Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro pada suami istri pembeli yang sudah menunggu, sementara tersangka SK mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.

“Diperumahan itu RM dan MS sudah yang telah menunggu langsung menerima bayi ST dan membuat surat pernyataan serah terima bayi yang ditulis IS dan ditanda tangani SK atas nama ibu kandung anak tersebut atau istrinya dengan cara pemalsuan tanda tangan.

Usai penandatanganan surat pernyataan tersebut, RM dan MS langsung menyerahkan uang sebesar Rp10 juta kepada SK yang selanjutnya diikuti JU dan IS meninggalkan perumahan tersebut,” ungkap Agung lagi.

Tambahnya, pasca manerima bayi tersebut pasangan suami istri pembeli anak langsung pulang ke kediamannya di Kota Sabang, yang akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Reskrim, Polres Langsa di kediamannya.

Sedangkan tersangka JU dan IS yang berperan sebagai perantara ditangkap di rumah mereka masing-masing di Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama dan Gampong Jawa, Kota Langsa. (dai/mai)