Ibukota Aceh Singkil Mulai Banjir

BERSIHKAN: Alat berat bekerja untuk pembersihan jalan lintas nasional Aceh-Sumut longsor di wilayah Situbuh-tubuh, Kecamatan Danau Paris, Jumat (12/10) malam. Foto: Idrus Syahputra/Rakyat Aceh

SINGKIL (RA) – Berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil, sebanyak 4.131 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak banjir.

Ratusan kepala keluarga itu tersebar di sejumlah desa yang berada di 8 kecamatan yang terendam banjir sejak Kamis (11/10).

β€œItu baru data sementara hari ini hingga pukul 11.00 WIB,” kata petugas Pusdalops PB BPBD Aceh Singkil, Rosiana Kusuma Wardani, Minggu (14/10).

Korban terdampak banjir itu, rincinya, Kecamatan Simpang Kanan sebanyak 363 KK atau sebanyak 1,716 jiwa. Kemudian Kecamatan Gunung Meriah sebanyak 354 KK dengan 1,483 jiwa. Sementara Kecamatan Singkil Utara sebanyak 11 kepala keluarga.

Kecamatan Singkil banjir yang menggenangi 16 desa tercatat 3.403 KK, 20.092 jiwa. Sementara empat kecamatan lainnya Suro, Danau Paris, Singkohor dan Kota Baharu masih dalam pendataan.

Diketahui, hujan yang terus mengguyur Aceh Singkil sepekan terakhir dilaporkan telah mengakibatkan delapan kecamatan terendam banjir.

Banjir yang telah terjadi sejak Kamis (11/10), tak hanya merendam pemukiman warga, tapi juga sebagian ruas jalan nasional di Aceh Singkil.

Kecamatan yang terendam banjir masing-masing, Kecamatan Suro, Singkohor, Kota Baharu, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil Utara dan Danau Paris. Terakhir Kecamatan Singkil sebagai Ibukota Aceh Singkil.

Tangkap Piton
Sementara itu, warga Ujung Bwang, Kecamaan Singkil, Sabtu (13/10) menangkap ular piton sepanjang tujuh meter.

Ular tersebut diduga mencari sarang baru, karena sawah di desa tersebut banjir. Setelah di tangkap ular yang biasa sebut “ular sawah” itu dalam keadaan perut besar. Namun, belum bisa di pastikan apa di dalam perutnya.

Kronologi penangkapannya awalnya warga setempat duduk-duduk di warung kopi, tiba-tiba melihat seekor ular besar berenang di air, kemudian warga menangkap lalu di bawa ke daratan. Demikian cerita Ifa, saksi mata warga setempat.

Setelah diletakkan di tepi jalan, warga setempat dan penggunaan jalan yang kebetulan melintas, menyempatkan melihat ular besar yang jarang di temukan itu.

Pantauan Rakyat Aceh mereka tak hanya melihat, ada juga yang menyempatkan selfie dengan ular tersebut sebelum ularnya diamankan. (idr/bai)