BEM STMIK dan STIA Bantu Korban Gempa Sulteng

SERAHKAN DONASI- Ketua BEM STMIK Bina Bangsa dan BEM STIA Lhokseumawe, menyerahkan donasi sebesar Rp 10 juta kepada Ketua LPD Aceh, Musfendi, untuk diteruskan kepada korban gempa dan tsunami Palu, kemarin. For Rakyat Aceh.

LHOKSEUMAWE (RA) – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Bina Bangsa dan STIA Lhokseumawe memberikan donasi sebesar Rp 10 juta diperuntukan kepada gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Penyaluran bantuan melalui Posko Lembaga Peduli Dhuafa (LPD) Aceh di Lhokseumawe kemarin.

Ketua LPD Aceh, Musfendi mengucapkan terima kasih kepada kedua perwakilan BEM yang mempercayainya untuk menyampaikan amanah kepada korban gempa/tsunami di Sulawesi Tengah.

“Kita sudah buka Posko LPD Peduli Gempa/Tsunami Palu di komplek Kantor DPP PWA dan LPD di Jalan Samudera, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe,”ucap Musfendi, dalam relisnya kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Ia mengatakan, Lembaga Peduli Dhuafa akan berangkat ke Palu pada pertengahan bulan November mendatang. Keberangkatan relawan LPD ke Palu nantinya akan lebih fokus kepada perkembangan pendidikan anak-anak Palu. Kemudian, akan berupaya memperdayakan ekonomi masyarakat yang tertimpa musibah gempa dan tsunami.

Sementara itu, Ketua BEM STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, Yurnalis, menyebutkan, donasi yang diserahkan kepada LPD berasal dari penggalangan dana selama 4 hari terakhir ini.

Lokasinya, di sejumlah persimpangan di Pusat Kota Lhokseumawe dan sekitar wilayahnya. “Penggalangan dari BEM STMIK Bina Bangsa bekerjasama dengan BEM STIA berhasil mengumpulkan sumbangan dari masyarakat sebesar Rp 10 juta,”ungkapnya.

Kata dia, dana untuk Palu disalurkan melalui Lembaga Peduli Dhuafa. “Kami memberikan kepercayaan kepada Lembaga Peduli Dhuafa untuk menitip sumbangan ini bagi korban gempa dan tsunami Palu,”pintanya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Palu. “Dalam empat hari itu, kami sudah berdiri dipersimpangan jalan untuk menggalang dana sumbangan, kalau pengguna jalan merasa terganggu kami mohon maaf,”ucap Ketua BEM STMIK ini. (arm/min)