Bantuan Sapi DOKA Kecil Dan Kurus

KUTACANE (RA) – Kecil dan kurus 40 ekor dari 300 sapi betina bantuan dinas Peternakan Provinsi Aceh, sumber anggaran dana otonomi kusus Aceh (Doka) yang telah tiba di Aceh Tenggara, terancam ditolak oleh Pemerintah Daerah Aceh Tenggara.

Raidin Pinim Bupati Aceh Tenggara, meminta dinas terkait untuk menyetop penyaluran kepada kelompok penerima mamfaat.

“ Saya perintahkan kepala Dinas Pertanian untuk tidak menyalurkan dulu sapi bantuan Provinsi, sebelum melihat kontraknya,” Tegas Bupati Raidin.

Tindakan itu diambil bupati karena dikhawatirkan proyek tersebut akan bermasalah dikemudian hari.

Hal sama juga dikatakan Kepala Dinas Pertanian setempat Asbi, SP. Hingga kini pihaknya belum menyalurkan bantuan sapi tersebut.

“Kita belum menyalurkannya, karena kontrak kerja atau spesifikasi bantuan tidak dikasih oleh rekanan, bahkan sapi yang datang kondisinya kecil-kecil dan postur badannya kurus,” kata Asbi, kepada Rakyat Aceh, Selasa (16/10).

Dijelaskan, adapun sapi yang telah tiba di Aceh Tenggara hingga kini masih dikarantina di Kandang milik warga Didesa Mendabe Kecamatan Badar. Adapun jumlah bantuan sapi sumber DOKA berjumlah 300 ekor, sementara Kambing 1500 ekor. Namun hingga kini kontrak harga satuan bantuan tersebut diminta oleh kepala dinas belum diserahkan oleh pihak rekanan.

“Kita lihat dulu kontrak kerja atau spesifikasi bantuan, kalau tidak mana berani kita salurkan kepada kelompok penerima mamfaat,” katanya lagi.

Adapun 40 sapi betina yang tiba di Aceh Tenggara merupakan sapi campuran serta bengali. Namun bila sapi tersebut sesuai seperti dikontrak maka akan disalurkan secepat mungkin.

“ Memang kita penerima mamfaat, tapi kalau kontrak proyek belum dilihat mana berani kita menyalurkannya,”katanya.

Belum disalurkan karena ada kekhawatirannya ternak tersebut berganti ukurannya di lapangan. []

DPR Bentuk Pansus

Terkait bantuan sapi dari dinas peternakan Provinsi Aceh, yang kecil dan kurus mendapat sorotan dari Angota DPRK Aceh Tenggara Sopian Sekedang. Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini berencana akan membentuk Panitia Kusus (Pansus) terkait permasalaan ini.

“ Kita menyayangngkan ukuran sapi yang kecil dan kurus bahkan sebagian keliahatan seperti sapi yang sudah sekarat,” kata Sopian Sekedang juga Ketua Komisi A DPRK Aceh Tenggara kepada Rakyat Aceh.

Disisi lain, dirinya juga mensinyalir ada kejanggalan terhadap spek bantuan sapi tersebut. Hal ini terkait belum diserahkannya kontrak kerja atau spesifikasi bantuan oleh rekanan kepada pihak dinas dan ini mencedrai keterbukaan informasi publik.

“ Untuk apa ditutup – tutupi, saya khawatir memang bantuan sapi ini tidak sesuai Spesifikasi,” tuturnya.

Dirinya juga meminta kepada pihak Dinas Peternakan Provinsi Aceh, maupun rekanan untuk lebih transparan dalam pengadaan ternak tersebut. Hal ini dikarnakan penerima mamfaat merupakan masyarakat Aceh Tenggara.

“ Kita menyayangkan kondisi ini, kalau memang sapi kurus kecil dan berpenyakit ken sia- sia aja bantuan. Padahal program pemerintah sudah bagus agara Aceh Tenggara menjadi lumbung swasembada daging Nasional,” jelasnya lagi.

Disisi lain pihaknya akan membentuk tim khusus guna menampung aspirasi masyarakat atau ketua kelompok penerima mamfaat dari bantuan tersebut.

“ Keluhan masyarakat terhadap penerima nantinya akan kita tampung agar bantuan ini tepat sasaran dan memang berdampak terhadap kemajuan ekonomi nantinya,” pungkasnya. []