Aceh Barat Gempa Warga Calang dan Bireun Panik

Pegawai keluar saat gempa melanda Aceh Jaya, Kamis (18/10). HENDRA/RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Gempa bumi berkekuatan 5.3 Skala Richter terjadi di Aceh Barat sekitar pukul 11.29 WIB, Kamis (18/10). BMKG merilis, pusat gempa berada di 30 KM Timur Laut Aceh Barat dengan koordinat 4.27 Lintang Utara dan 96.21 Bujur Timur, kedalaman 10 KM dan tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya gempa 5,3 SR juga menguncang wilayah Aceh Barat pada Senin (11/10) malam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan dari pemerintah setempat dan instansi terkait.

Walau dilanda gempa, di pusat kota Meulaboh tidak terlihat kepanikan warga. Prakirawan BMKG Stasiun Meulaboh-Nagan Raya, Angga Yudha, menuturkan jenis guncangan gempa dari dalam, sehingga energi yang dilepas tidak begitu besar.

“Saya sendiri saja tidak merasakan guncangan gempanya,” sebutnya.
Tapi informasi gempa langsung diriliskan Angga, ke sejumlah lintas instansi, supaya dapat diteruskan kepada masyarakat luas tentang kabar sebenarnya. “Gempanya tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

Sebagian warga juga tidak merasakan gempa. “Saya tahu setelah beredar informasi ada kejadian gempa dari BMKG. Saya lihat di grup Whatshapp,” kata Maulana, warga Meulaboh.

Warga Tinggalkan Gedung

Gempa turut dirasakan warga di Aceh Jaya, hingga menimbulkan kepanikan di sejumlah lokasi. “Kami berlari behamburan keluar saat terjadinya goncangan gempa tersebut. Memang sangat trauma, akhir-akhir ini sering terjadinya gempa,” kata Muzamil, seorang warga.

Saat gempa terjadi, ia sedang berada di dinas pertanian. Muzamil juga sempat melihat para pegawai berhamburan. Kepanikan juga dirasakan Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, T Mufizar.

“Kita sangat terasa gempa. Sehingga dari lantai 2 berlari ke lantai 1 untuk mencari tempat yang lebih aman, menghindari kemungkinan runtuhnya gedung,” sebutnya.

Menurutnya, selain keluar gedung dan menyelematkan diri. Sebagian warga juga ada yang langsung memantau kondisi laut. “Ada masyarakat yang secara spontan laut. Pelajaran masa lalu, trauma tidak hilang begitu saja,” sebutnya.

Kepanikan juga terjadi di Bireuen, sebagian warga berhamburan keluar gedung dan rumah. Di kantor Ketahanan Pangan dan Perikanan Bireuen, para pegawai juga meninggalkan gedung. Sebagain peserta pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) seluruh Aceh, sempat meninggalkan gedung.

“Spontan turun ke bawah dari lantai 3, begitu merasakan kursi bergoyang,” kata Jafaruddin (55), staf bagian umum Setdakab Bireuen. (den/mag-67/rah/mai)