Nelayan Minta Kembali Rumah Bantuan

CERIA: Anak-anak ASN bermain di rumah relokasi untuk nelayan yang di bangun IOM di Gampong Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Minggu (21/10). Foto: Hendra Sayeng/Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Rumah bantuan IOM pasca tsunami Aceh yang diperuntukan kepada nelayan hingga saat ini masih ditempat oleh ASN di Gampong Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya.

 

 

“Perumahan nelayan yang dibangun IOM di Gampong Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, itu kami ketahui untuk nelayan yang pembangunan selesai tahun 2008,” kata Panglima Lhok Calang, M Yunan, Minggu (21/10).

 

Untuk ia meminta agar pemerintah untuk mengembalikan aset tersebut kepada nelayan karena nelayan semakin bertambah sehingga para nelayan membutuhkan tempat tinggal.
Yunan menambahkan akan musyawarah terlebih dahulu. “Rumah-rumah tersebut besar harapan akan dikembalikan kembali kepada nelayan sejauh ini rumah yang dibangun pihak NGO tersebut diperuntukan kepada nelayan, kala itu.

 

 

Mantan koordinator IOM Aceh Jaya, Fadlon Mirza, mengatakan rumah bantuan tersebut merupakan rumah bantuan relokasi kepada nelayan. “Kala itu pihak nelayan tidak menerima, akhirnya kami menyerahkan kepada pemerintah daerah pada tahun 2007-2008 tersebut,” katanya.

 

Mirza menambahkan tanah tersebut merupakan milik pemerintah daerah saat itu masa Pj Bupati Basri MK. “Kami menyerahkan langsung kepada beliau, jika nelayan meminta kami merasa pasti akan dikembalikan,” katanya.

 

Sementara Kabid Aset pada BPKK Aceh Jaya, T Khairullah mengatakan menyambut baik apa yang diingin para nelayan. “Kami juga meminta nelayan harus menunjukan data-data penerima korban tsunami tahun 2004 bagi penerima rumah relokasi nelayan tersebut,” katanya.

 

Katanya, bantuan tersebut sempat ditolak pihak nelayan dan bantuan itu untuk nelayan Lhok Calang. “Jika nantinya para nelayan menunjukan data-data tersebut, kami akan menerima. Namun, semua itu ada regulasinya. Untuk jumlah rumah relokasi komplek yang saat ini ditempati ASN berjumlah 80 Unit,” kata Khairullah. (mag-67/bai)