26 IRT Terjaring Razia WH Saat Belanja

PENDATAAN : Petugas WH melakukan pendataan pelanggar busana islami yang terjaring razia di pasar sayur Langsa, Senin (22/10) (Rakyat Aceh/Bahtiar Husin)

LANGSA (RA) – Sebanyak 26 Ibu Rumah Tangga (IRT) terjaring razia busana dilakukan petugas Wilayatul Hisbah (WH) saat berbelanja di kawasan pajak sayur dan pajak ikan Peukan Langsa, sekira pukul 09.0p Wib, Senin (22/10).

Kepala Dinas Syariat Islam Langsa Drs. H. Ibrahim Latif, MM dalam konfirmasinya kepada Rakyat Aceh disela-sela mengkoordinir razia mengatakan, para ibu-ibu terjaring razia WH karena tidak memakain pakaian secara islami, sempat mengajuikan protes.

“Ibu-ibu ini protes karena alasan mereka belanja ke pasar, ‘kok lagi belanja dirazia? sebut ibu-ibu itu. Tapi kita tidak bergeming. Siapa pun yang melanggar syariat tidak memakain busana islami, tidak pakai jilbab atau memakai pakaian ketat, tetap kita tindak dan diamankan ke kantor dinas untuk pembinaan,” sebut Ibrahim.

Dijelaskannya, sebagai upaya penegakan syariat islam, terutama dalam hal busana, petugas WH bersama tim penegakan syariat akan terus melakukan razia penertiban busana di seputaran Pajak Sayur dan Pajak Ikan Langsa secara rutin dan berkelanjutan.

Untuk itu, tambah Ibrahim, pihaknya sangat mengharapkan adanya dukungan penuh dari masyarakat agar mentaati peraturan syariat dalam berbagai hal, termasuk masalah busana. Sehingga upaya penegakan syariat islam di Langsa untuk mencapai Langsa sebagai kota berperadaban islami dapat terlaksana dengan baik.

“Razia ini kita lakukan bukan ingin mencari sensasi, tapi jauh sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi. Karenanya ketika hari ini kita buat razia ada yang mengatakan dadakan, itu salah karena semuanya sudah direncanakan sejak awal,” sebut Ibrahim seraya mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar memakain pakaian islami.

Sementara itu pantauan lapangan saat razia terlihat beberapa ibu-ibu yang terjaring sempat protes dengan razia yang digelar WH di kawasan pajak sayur dan ikan. Bahkan beberapa ibu pelanggar busana yang tidak memakai jilbab mengeluarkan sumpah serapah kepada petugas WH. (dai/min)