Lulusan Kebidanan Medica Tak Bisa Ikut CPNS

Petugas mendata peserta calon Pengawai negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham mulai mengikuti tes tahapan awal di Banda Aceh, Senin (22/10). HENDRI/RAKYAT ACEH

 

KUTACANE (RA) – Ratusan lulusan akademi kebindanan Medica Alas Lauser, Aceh Tenggara tidak bisa ikut tes CPNS 2018. Pasalnya kampus perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut tidak terakreditasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“ Mereka semuanya gugur dilengkapan adminitrasi, dan dari sitem komputer ini karena akreditasi kampus mereka,” kata Masudin.

Dijelaskan, akreditasi perguruan tinggi atau program Studi di Ban-PT salah satu syarat mutlak kelengkapan Admintrasi para peserta melamar ikut tes sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2018.

“ Mereka ditolak oleh panitia seleksi (Pansel) oleh sebab itu banyak lulusan dari Akbid tersebut mendatangi kami dan mempertanyakan hal tersebut, namun hal ini akan kita coba diskusikan dengan tim Pansel dalam Hal ini Sekda Aceh Tengagara,” jelasnya.

Disisi lain, saat ini 277 pelamar CPNS online di daerah ini dilaporkan gugur administrasi. Sementara itu yang telah keluar nomor ujiannya mencapai 1.418 orang untuk memperebutkan 64 formasi tenaga pendidikan dan kesehatan.

“ Batas terakhir aduan kekeliruan sampai 24 Oktober besok (hari ini) karena kita juga menyangkan hal ini,” terangnya.

Sementara Direktur Akademi kebidana Medica Alas Lauser Taufik Hidayat, dikonfirmasi Rakyat Aceh mengetahui hal tersebut. Namun menurutnya akreditasi kampus tersebut telah diurus pihaknya sejak 2012 lalu namun hingga kini pihak Kopertis tidak kunjung turun ke kampus mereka.

“ Kita tetap berusa, bakan suda perna kita sampaikan kepada pihak kopertif wilayah tujuh, begitu juga dokumen sudah kita siapkan namun hingga kini Akrediatsi kami belum turun,” terang Taufik.

Taufik melanjutkan, memang semenjak tahun 2016 lalu pihaknya tidak lagi menerima mahasiswa baru, hal ini dikarnakan minimnya animo masyarkat didaerah kuliah di kampus mereka.

Namun terkait akreditasi ini pihaknya masih mengacu pada undang- undag Dikti tahun 2012 tentang pendirian kampus dengan sendirinya perguruan itu telah Terakreditasi.(VAL)