Hakim Tolak Gugatan Irwandi

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos/Dok

JAKARTA (RA)– Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang putusan gugatan permohonan praperadilan Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu (24/10).

Praperadilan terkait penetapan status tersangka dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Namun, Hakim Pengadilan menolak gugatan praperadilan tersebut.
“Mengadili, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Hakim Tunggal, Riyadi Sunindyo di PN Jakarta Selatan, Ampera Raya, Rabu (24/10).

Dalam putusannya, Hakim juga menuturkan bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan penahanan yang dilakukan KPK terhadap Irwandi sudah sesuai aturan hukum.

Sama halnya dengan tindakan KPK yang memulai penyelidikan hingga penyidikan, dinyatakan sah dan berkekuatan hukum mengikat.

“Menyatakan penyelidikan dan penyidikan perkara a quo adalah sah dan mempunyai kekuatan mengikat,” ujar Hakim.

“Oleh karena itu, permohonan pemohon ditolak seluruhnya. Mengingat karena permohonan pemohon ditolak, maka pemohon membayar perkara yang jumlahnya nihil,” sambungnya.

Sementara, Pengacara Irwandi Yusuf, Santrawan T Paparang mengaku menerima putusan tersebut. Pihaknya siap melakukan perlawanan kembali pada sidang pokok perkara.

“Segala yang terbaik sudah kami persembahkan di perkara ini. Nanti kami akan hadapi pokok perkara. Pembelaan (praperadilan) kan sudah maksimal kami berikan,” pungkasnya.

Terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah berterimakasih atas keputusan hakim. KPK akan melanjutkan proses perkara penyidikan yang membelit Irwandi, karena saat ini sudah masuk tahap finalisasi. “Saat ini proses penyidikan sedang tahap finalisasi,” imbuhnya. (JPC/mai)