Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Alhaytar Rawat Damai Aceh

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Alhaytar usai pertemuan dengan Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib di Pendopo Idi, Rabu (24/10). (for rakyat aceh)

Quote
“Jaga dan rawat damai Aceh, karena untuk menyelesaikan konflik bersenjata melalui kedamaian tidak mudah”

IDI (RA) – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Alhaytar, meminta seluruh lapisan dan semua kalangan masyarakat menjaga dan merawat perdamaian Aceh.

“Jaga dan rawat damai Aceh, karena untuk menyelesaikan konflik bersenjata melalui kedamaian tidak mudah. Apalagi pesta demokrasi sudah diambang pintu.

Meraih perdamaian tidak seperti membalik telapak tangan,” kata Wali Nanggroe ketika bersilaturrahmi dengan Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib di Pendopo Idi, Rabu (24/10).

Sebagai mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Malik Mahmud Alhaytar mengaku telah duduk bersama perwakilan CMI selaku penengah dalam perdamaian Aceh, Kamis (18/10) lalu di Banda Aceh.

Dalam pertemuan melibatkan sejumlah petinggi GAM dan anggora DPR Aceh itu membicarakan berbagai persoalan di Aceh, baik soal bendera dan lambang Aceh atau isu-isu lain yang dinilai penting.

“Kita sudah laporkan ke CMI terkait permasalahan Aceh pasca perjanjian damai, termasuk butir-butir MoU yang belum sepenuhnya direalisasi,” ujar Malik Mahmud Alhaytar.

Dia menyebutkan juga, perwakilan CMI yang bekerja di Aceh Monitoring Mission (AMM) dulu tersebut juga menemui Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla di Jakarta, untuk membicarakan berbagai isu politik dan hukum di Aceh.

Pihak CMI juga diminta untuk terus memantau Aceh, karena kedamaian Aceh bukan hanya kepentingan Aceh dan Indonesia, tetapi juga kepentingan dunia Internasional. “Oleh karenanya kami meminta semua pihak untuk terus melestarikan kedamaian di Aceh.

Harapan kita seluruh butir-butir MoU Helsinki terealisasi seutuhnya,” tutur Wali Nangroe.
Disisi lain, Wali Nanggroe juga mengaku bangga dengan Pemkab Aceh Timur di bawah kepemimpinan H. Hasballah HM.Thaib – Syahrul Bin Syama’un sebagai Bupati/Wakil Bupati. “Banyak kemajuan di Aceh Timur, padahal daerah penghasil ikan ini mulai pindah dari Kota Langsa ke Idi sejak 2012,” katanya.

Hasballah HM.Thaib atau Rocky, secara bersamaan berterimakasih atas kunjungan Wali Nanggroe ke Aceh Timur. “Selain silaturrahmi, kedatangan wali juga akan menjadi energi kami di daerah untuk berpacu dalam memajukan daerah ke arah yang lebih baik,” katanya.

Beberapa sumber daya alam yang bisa menjadi potensi daerah antara sektor perikanan, kehutanan dan perkebunan serta pariwisata. “Aceh Timur letaknya sangat strategis dan memiliki kekayaan daerah yang melimpah, sehingga pemerintah mempersilakan investor baik dalam atau luar negeri menanamkan modal didaerah ini,” ujar Rocky. (mol/min)