Warga Terganggu Bau tak Sedap

Tempat pembuangan sampah

LAMBARO (RA) – Masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah merasa terganggu dengan bau yang tak sedap. Terutama saat musim hujan.

Sebagian warga membuang sampah di pinggir jalan Malikul Shaleh, tepatnya di Gampong Lempeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Walaupun sampah tersebut sering diambil oleh petugas kebersihan, akan tetapi sampah tersebut tidak pernah bersih dari pandangan mata. Bahkan, aroma bau busuk itu juga sering dirasakan bagi pengguna jalan. Sebab jalan ini merupakan jalur umum yang melewati ke Kota Banda Aceh.

Mukhlis salah seorang warga Lampeuneurut Ujong Blang menyampaikan, pembersihan sampah perlu penanganan ekstra sehingga tidak dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Kalau musim hujan banyak lalat yang masuk ke dalam rumah. Ditambah bau yang tidak sedap,” ungkapnya. Diakuinya, tumpukan sampah sudah mulai berkurang akan tetapi warga masih saja menjadikan tempat membuang sampah karena dekat dengan jalan.

“Saya rasa perlu ada tempat pembuangan khusus yang disediakan pihak terkait,” kata dia.
Iskandar, Geuchik Lampeuneurut Ujong Blang mengaku warga masih membuang sampah di tempat biasa. Meski pun sampah yang dibuang berasal dari gampong tetangga.

“Kita sedang cari solusinya supaya warga tidak membuangnya lagi. Selain bau tidak sedap, perlu keindahan dan kebersihan, apalagi di pinggir jalan,” jelasnya.

Menurutnya, pada tahun 2019, melalui dana gampong mengalokasikan anggaran untuk pembelian kendaraan viar yang langsung mengambil sampah di setiap rumah warga. Begitupun petugasnya akan dibayar dari kutipan sampah per rumah.

“Rencana pada hari Minggu kami akan lakukan gotong royong dan lokasi yang dijadikan tempat buang sampah akan dipasang bronjong dan warga tidak dibolehlan lagi buang sampah di tempat biasa,” kata Geuchik Iskandar.

Diakuinya, persoalan sampah yang berada di Gampong Lampeuneurut Ujong Blang yang berbatasan dengan Kota Banda Aceh sudah sangat lama dan belum bebas dari tempat pembuangan sampah. “Kita ajak warga untuk tidak membuangnya lagi, butuh kesadaranlah,” pintanya.

Sekretaris Camat Darul Imarah, Syamsir Alam yang dimintai tanggapannnya menyebut, butuh kesadaran dari masyarakat untuk membuang sampah sembarangan.

“Di situ bukan tempat pembuangan sampah. Walaupun ada dibakar, kadang masih terlihat tidak indah di segi pemandangan,” ungkapnya. Menurutnya, membuang sampah sembarangan sangat mengganggu kesehatan, lingkungan, kebersihan maupun keindahan.

“Lokasi tersebut juga rencananya dilakukan perluasan yang anggarannya mencapi 7 milyar untuk pembebasan lahan dan pengerasan,” jelasnya. Ia berharap, dengan pengalokasian dana desa, dapat dicari solusi dalam mengatasi persoalan tersebut di tahun 2019. (adi/rif)