PLN Jamin Ketersediaan Listrik bagi Investor

General Manager PLN Wilayah Jefri Rosiadi buka kegiatan Multi Stakeholder Forum Leadership Quality Feedback, di Aula Teuku Umar, kantor PLN Aceh, Selasa (25/4). FOR RAKYAT ACEH

Gelar Multi Stakeholder Forum

BANDA ACEH (RA) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh menjamin ketersediaan listrik bagi investor yang akan berinvestasi di Provinsi Aceh. Demikian disampaikan General Manager PT PLN UIW Aceh Jefri Rosiadi pada kegiatan Multi Stakeholder Forum 2018, Selasa (30/10).

Dalam kegiatan Multi Stakeholder Forum 2018 hadir perwakilan Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota, jajaran TNI dan Polri, Perbankan, Rumah Sakit, Perhotelan, Perusahaan BUMN dan Swasta serta Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Provinsi Aceh.

General Manager PLN UIW Aceh Jefri Rosiadi menyampaikan kegiatan Multi Stakeholder Forum 2018 dilaksanakan sebagai salah satu upaya memaksimalkan kinerja PT PLN. Adapun isu diangkat adalah pengembangan sektor ketenagalistrikan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi Aceh. “Investor silahkan masuk ke Aceh, tidak ada lagi keragu – raguan lagi listrik tidak cukup,” kata Jefri Rosiadi.

Dirinya menyampaikan bahwa PLN sangat mendukung program dicanangkan pemerintah untuk mendatangkan investasi sebanyak – banyaknya ke Aceh. Dukungan itu, kata Jefri, diberikan PLN dalam bentuk menjamin ketersediaan energi listrik yang sudah memang sudah sangat aman. Bahkan saat ini, PLN sedang membangun sejumlah pembangkit baru seperti PLTMG Krung Raya sebesar 150 Mw dan PLTMG Lhokseumawe 250 Mw. ” PLN siap memenuhi berapapun kebutuhan listrik, kedepan akan ada tambahan 400 Mw,” kata Jefri.

Melalui kegiatan Multi Stakeholder Forum 2018, kata Jefri, PLN membutuhkan masukan dan saran dari seluruh pihak untuk meningkatkan partisipasi stakeholder dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan PLN serta sinergi untuk menghadapi tantangan dan usaha yang dilakukan agar dapat lebih baik lagi.

Saat ini, PLN Aceh memang masih mendapat tambahan 100 MW dari sistem sumatera bagian utara, diharapkan akhir 2019 dan 2020 ada tambahan sekitar 400 Mw. ” Sejauh ini kondisi kelistrikan Aceh sudah sangat baik, rasio elektrifikasi sudah mencapai 98 persen, masih 2 persen lagi yang belum terlistriki. Kemudian ratio desa itu sudah mencapai 99,8 persen masih 12 desa lagi yang akan kita selesaikan akhir tahun ini. Artinya pada 2018 100 persen desa di Aceh terlistriki, ini desa ya bukan dusun,” demikian ujar Jefri.

Sementara itu sebelumnya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutan disampaikan Iskandar Syukri selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan menyampaikan bahwa jika berbicara investasi, tentunya yang harus dibahas terlebih dahulu adalah ketersediaan energi listrik. Hal ini dikarenakan investasi tidak mungkin berjalan manakala suplai energi listrik tidak mencukupi.

Dirinya menegaskan, tidak mungkin memaksa investor masuk untuk menyediakan listrik bagi kebutuhan usahanya sendiri, sebab langkah itu adalah pemborosan yang sangat tinggi. Tapi ketersediaan listrik di Aceh saat ini baru bisa dikatakan cukup. Sementara pertumbuhan ekonomi terus naik, jumlah penduduk kian bertambah dan investasi terus berkembang. Jika tidak ada tambahan energi baru, maka lamban laun Aceh dapat mengalami krisis listrik. (slm)