Balita Tumor Mata Butuh Perhatian

Balita Tumor Mata Butuh Perhatian

JANTHO (RA) – Tumor ganas di mata yang dialami Muhammad Reza (3), semakin membesar sejak satu bulan lalu, anak ketiga pasangan Sofyan (47) dan Nurjannah merupakan penduduk Gampong Dham Ceukok, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Muhammad Reza, saat lahir di awal tahun 2016 tidak memiliki pelupuk mata (kiri) dan telinga bagian kiri. Sofyan, ayah Muhammad Reza, mengaku apa yang dialami keluarganya untuk dihadapi tabah dan sabar dan tidak lupa untuk terus berdoa supaya anaknya itu bisa sembuh seperti anak normal lainnya.

“Kami dari keluarga hanya bisa sabar dan berdoa supaya anak saya bisa sembuh,” ujar Sofyan, saat ditemui Rakyat Aceh, Rabu (31/10). Muhammad Reza sudah sering keluar masuk Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh untuk berobat, sebelum matanya divonis dokter tumor ganas.

“Dokter di rumah sakit bilang anak saya belum bisa discan karena ada gejala batuk pilek dan saluran pernapasan. Sekarang apa boleh dikatakan sudah tidak bisa melihat lagi di sebelah kiri,” kata Sofyan.

Namun, pada hari Jumat lalu, Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh melakukan scan di mata Muhammad Reza, sehingga dokter membuat rekomendasi supaya dioperasi di rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. “Tadi pagi Rabu (31/10), anak dan istri saya sudah berangkat untuk berobat ke Jakarta,” ungkapnya.

Sofyan yang kesehariannnya seorang pekerja dengan orang lain di bengkel mobil. Yang untuk kebutuhan sehari-hari hanya cukup untuk makan dan kontrak rumah.

Menurutnya, walaupun untuk berobat ditanggung BPJS namun untuk biaya ke rumah sakit dan ke Jakarta harus menggunakan uang pribadi. “Kalau berobat ke Jakarta tidak ditanggung biaya ongkos pesawat, dan ini membutuhkan biaya selama berada di sana,” kata dia.

Pada tahun 2017 lalu, Muhammad Reza pernah berobat di RSCM Jakarta, rencana operasi kondisi pelupuk mata. Akan tetapi rumah sakit angkat tangan tidak bisa menangani.

Ia berharap dengan keberangkatan istri dan anaknya ada hasil, sehingga anak yang masih balita itu dapat melihat kembali dengan berkat bantuan para medis.

Baginya walaupun ada kerja dan penghasilan terkadang habis untuk biaya berobat Muhammad Reza belum lagi biaya sehari hari.

“Apalagi abang dan kakaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar,” kata Sofyan. Terhadap apa yang dialami Muhammad Reza, ia tergolong kuat dan jarang menangis dan mengeluh. Namun, bagi orang tua tetap tabah apa yang dialami sibuah hati mereka. (adi/rif)