Pejabat Myanmar Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pengungsi Rohingya / Net

Harianrakyataceh.com – Beberapa pejabat Myanmar mengunjungi kamp pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh pada Rabu, (31/10). Hal ini dilakukan dalam upaya untuk memulai kembali proses memulangkan ratusan ribu orang yang melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan militer Myanmar pada 2017 lalu.

Lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar. Ini dilakukan setelah serangan gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan Myanmar pada bulan Agustus 2017 memicu militer yang melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Para pejabat mengatakan, pengembalian warga Rohingya akan dimulai bulan depan. Namun badan pengungsi PBB atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengatakan, kondisi di negara bagian Rakhine belum kondusif untuk kembali.

pengungsi rohingya, rohingya, myanmar,
Beberapa pejabat Myanmar mengunjungi kamp pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh pada Rabu, (31/10) (Reuters)

“Kami telah menyelesaikan tahap kedua penilaian di Rakhine, tetapi aksesnya tetap masih terbatas,” kata jurubicara UNHCR Andrej Mahecic di Jenewa dilansir dari Reuters Kamis, (1/11).

Sekitar 60 pemimpin komunitas Rohingya bertemu dengan delegasi pejabat Myanmar di kamp Kutupalong, pemukiman pengungsi terbesar di dunia di distrik Bazaar Cox Bangladesh.

Myanmar mengatakan, pihaknya siap menerima kembali para pengungsi sejak Januari, dan telah membangun kamp-kamp di dekat perbatasan untuk menerima mereka.

Sekretaris di Kementerian Luar Negeri Myanmar dan Pemimpin Delegasi Myanmar Myint Thu mengatakan, Myanmar telah memverifikasi sekitar 5.000 nama pengungsi. Pemulangan itu akan dimulai dengan kloter pertama 2.000 pengungsi yang kembali pada pertengahan November.

“Kami di sini untuk bertemu dengan orang-orang dari kamp-kamp sehingga saya bisa menjelaskan apa yang kami siapkan untuk kembali dan kemudian saya dapat mendengarkan suara mereka,” katanya kepada wartawan di Cox’s Bazaar.

Bangladesh menyerahkan daftar tambahan lebih dari 22.000 pengungsi Rohingya untuk diverifikasi oleh Myanmar.

(iml/JPC)