Aceh Jaya Bangkit Melalui Kerajinan dan Produk Inovasi

Tim penilai Dekranas Aceh sedang melakukan penilaian desa kerajinan di Gampong Panton, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Minggu (4/11). Hendra Sayeng/Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Mengikuti penilaian Desa Kerajinan, Gampong Panton Aceh Jaya, menampilkan produk inovasi seperti parfum merupakan bahan baku tanaman nilam yang ditanami petani Aceh Jaya.

 

“Sebelum menjadi minyak wangi kita harus ada esens sementara dari turunan minyak nilam ini dapat diproduksi minyak wangi, sabun serba guna, sabun wajah dan kita akan berupaya memproduksi sabun cair untuk wajah,” kata Safrina, pengrajin turunan minyak Nilam, Gampong Panton, Kecamatan Teunom, pada Rakyat Aceh, Minggu (4/11).

 

Safrina menambahkan esens tersebut dapat diolah menjadi minyak wangi baik dari kopi meulu. Sementara untuk turunan minyak nilam ini juga dapat diproduksi seperti pewangi ruangan sebagimana yang telah kita lakukan. Sementara yang sedang dilaksanakan saat ini adalah izin edar dan produksi sedang dalam pengurusan dengan dinas terkait.

 

Ketua Dekranasda Aceh Jaya, Ernani Wijaya, mengungkapkan sejauh ini kita lebih fokus dalam menampilkalkan makan dari bahan baku kerang merupakan makanan yang tahan dan enak memang daerah ini mudah untuk mendapatkan kerang.

 

“Hasil binaan yang telah dilakukan mulai prodak unggulan kain songket semakin diminati serta termasuk pembinaan terus dilaksanakan baik membantu pelaku UMKM dalam memproduksi ke setia swalayan yang hingga saat ini dalam masa penjajakan,” kata Ernani.
Ernani menambahkan untuk minyak wangi merupakan turunan minyak nilam kami memberikan nama minyek ata (minyak wangi), waluapun demikian nantinya akan meminta persetujuan dari Bupati Aceh Jaya apa yang lebih cocok namanya.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Aceh Jaya, Drs HT Irfan TB, mengakui dirinya akan terus mendukung bagi para pelaku UMKM dengan berupaya akan membangun kerja sama dengan pusat dalam mempermudah produksi. Tentu dalam setiap seremonial pemerintahan kedepan para tamu undangan akan dijamu dengan makan khas Aceh Jaya sebagai bentuk pembinaan kepada pelaku usaha menegah kebawah.

 

Sementara pembinaan dan penilaian kerajinan berbagai prodak unggulan tersebut saat ini telah dilakukan dari kain songket tersebut dan akan terus dilakukan terus pembinaan oleh Dinas Diperindag termasuk kopi Lamno yang telah memiliki brending.
Dirinya mengakui antusias ini semakin meninggkat termasuk datangnya kementrian IKM termasuk adalah terusan minyak asirri merupakan turunan minyak nilam ini. “Ini merupakan tolak ukur semakin meninggkatnya pelaku usaha UKM yang ada di Aceh Jaya,” pungkas Irfan.

 

Sementara Ketua tim penilai Dekranas Aceh, Drs H Azhar Basyar, sebagaimana visi dan misi Gubernur Aceh untuk menjadikan Aceh yang lebih hebat termasuk dalam berinovasi dengan berbagai prodak yang telah dikenal merupakan kain kasat yang harus berinovasi.
Aceh Jaya sedang bangkit dengan produk-produk baru diberbagai produk dan nantinya akan datang tim dari pusat untuk melakukan pembinaan serta penilain ini merupakan awal kembangkitan dari daerah ini,” kata Azhar. (*/mag-67/bai)