Kualitas Tenaga Kerja Aceh Rendah

 

BANDA ACEH (RA) – Jumlah angkatan kerja di Provinsi Aceh pada Agustus 2018 berjumlah 2,353 juta orang. Dilihat dari tingkat pendidikan, kualitas tenaga kerja Aceh rendah, pendidikannya terbanyak hanya sebatas SMP.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Wahyudin saat memaparkan berita resmi statistik yang digelar di Aula BPS Aceh, Senin (5/11).

“Lebih 51 persen atau 1,1 juta tenaga kerja di Aceh pendidikannya SMP ke bawah. Mereka itu banyak di sektor pertanian,” tukas Wahyudin.

Dijelaskannya, pendidikan tertinggi setingkat SD ke bawah merupakan yang paling banyak yakni 679 ribu orang (30,84 persen) diikuti tingkat pendidikan SMA Umum sebanyak 615 ribu orang (27,92 persen), kemudian tingkat pendidikan SMP sebesar 459 ribu orang (20,83 persen). Lalu tingkat diploma dan universitas sebanyak 349 ribu orang (15,85 persen) dan terakhir tingkat pendidikan SMK sebanyak 100 ribu orang (4,56 persen).

Sebelumnya diterangkan, jumlah angkatan kerja di Provinsi Aceh pada Agustus 2018 berjumlah 2,353 juta orang, bertambah sekitar 64 ribu orang dibanding Agustus 2017 yang mencapai 2,289 juta orang dan berkurang sekitar 1 ribu orang dibanding Februari 2018 sebesar 2,354 juta orang.

Jumlah penganggur pada Agustus 2018 sebesar 149 ribu, berkurang sekitar 1 ribu orang dibandingkan Agustus 2017, yang mencapai 150 ribu orang. Jika dibandingkan dengan Februari 2018 berkurang sekitar 5 ribu orang, sebesar 154 ribu orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Aceh pada Agustus 2018 mencapai 6,35 persen, lebih rendah 0,21 persen dari TPT bulan Agustus 2017 yang sebesar 6,57 persen, dan lebih rendah 0,19 persen dari TPT bulan Februari 2018 sebesar 6,55 persen.

Dalam setahun terakhir sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja adalah Sektor Pertanian (4,17 persen), Sektor Perdagangan (6,21 persen), Sektor Jasa Lainnya (10,10 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Jasa Pendidikan (7,82 persen) dan Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (5,75 persen).

Diungkapkannya juga, nilai TPT tertinggi adalah angkatan kerja memiliki pendidikan tertinggi SMA Kejuruan mencapai 10,72 persen dan SMA Umum sebesar 9,83 persen, sedangkan TPT terendah adalah penduduk dengan pendidikan tertinggi SD kebawah sebesar 3,22 persen.

“SMA Kejuruan yang kita ketahui dipersiapkan untuk langsung masuk ke lapangan kerja ternyata malah paling banyak yang menganggur. Bisa kita analisis, ada yang salah dalam pengajaran atau silabus pendidikan diberikan. Karenanya kita harapkan ada perbaikan dan evaluasi terhadap ini,” pungkasnya. (min/mai)