Survei Alvara : Jokowi – Ma’ruf 54,1%, Prabowo – Sandiaga 33,9%

Moment pertemuan Jokowi-Prabowo dalam salah satu kegiatan (foto:istimewa)

JAKARTA (RA) – Alvara Research Center merilis hasil survei tentang elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jelang Pilpres 2019. Adapun hasilnya, Joko Widodo – Ma’ruf Amin 54,1 % Prabowo Subianto – Sandiaga Uno 33,9 %. Belum Memutuskan 12 %.

Survei dilakukan Alvara Research Center pada 8-22 Oktober 2018. Riset menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh 33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk, Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa bumi di Palu dan sekitarnya. Rentang margin of error sebesar 2,37% dengan tingkat kepercayaan 95%.

“Secara umum, tingkat popularitas masing-masing tokoh yang menjadi capres dan cawapres sudah cukup tinggi, dengan angka popularitas diatas 90%, Mayoritas pemilih sudah mengenal Capres yang bertarung di Pemilu 2019. Selain itu popularitas Cawapres juga semakin mengalami kenaikan” ujar Hasanuddin Ali, CEO & Founder Alvara Research Center.

Menurut persepsi masyarakat, masing-masing kandidat memiliki citra yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hasanuddin mengatakan “Prabowo Subianto memiliki citra tegas dan berwibawa. Joko Widodo memiliki citra tokoh pekerja keras, merakyat, dan program nyata. Untuk Cawapres, Sandiaga Uno dan memiliki citra memahami masalah ekonomi, memiliki ide kreatif sedangkan KH Ma’ruf Amin memiliki citra tokoh religius”.

Dalam survei ini Alvara juga mengukur bagaimana publik menilai masing-masing kandidat dalam mendekati pemilih Milenial melalui 5 Indikator yaitu Practicality, Authenticity, Novelty, Interactivity, dan Creativity [PANIC].

Practicality, Kandidat menggunakan bahasa yang konkrit, membumi dan terukur, Joko Widodo (62,4%) lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto (45%), sementara Sandiaga Uno mendapat indeks 44,7% dan KH Ma’ruf Amin 33,7%.

Authenticity, Kandidat tampil apa adanya, dan pencitraan tidak berlebihan, Joko Widodo unggul dengan nilai sebesar 87% disusul kemudian oleh KH Ma’ruf Amin sebesar 67,9%, Sandiaga Uno mendapatkan nilai sebesar 57,5 dan Prabowo Subianto sebesar 52,9%.

Novelty, Kandidat memiliki ide dan gagasan baru, Joko Widodo dan Sandiaga Uno bersaing ketat dengan sama-sama mendapatka nilai sebesar 60,8%, diikuti oleh Prabowo Subianto (54,5%) dan KH Ma’ruf Amin (40,6%).

Interactivity, Komunikasi kandidat lebih interaktif, tidak sekedar komunikasi satu arah. Joko Widodo unggul dengan nilai 60,3%, diikuti oleh Sandiaga Uno (58,9%), Prabowo (50%) dan KH Ma’ruf Amin (38,6%).

Creativity, Kandidat menggunakan cara-cara kreatif dalam berkomunikasi dengan pemilih,
Sandiaga Uno ungguk dengan nilai 62%), disusul oleh Joko Widodo (59,8%), Prabowo (50,2%) dan KH Ma’ruf Amin (34,3%).

Dengan demikian, “Joko Widodo unggul dalam authenticity dan practicality, sementara Sandiaga Uno unggul di creativity, keduanya bersaing ketat dalam indikator novelty dan interactivity”, ujar
Hasanuddin Ali. (ra)