Akmal Otsus Rp54 Miliar Bangun Masjid Agung

Bupati Akmal Ibrahim, melakukan perletakan batu pertama pada pembangunan Masjid Safinatun Najah, Selasa (6/11). Rahmat/Rakyat Aceh

BLANGPIDIE (RA) – Bupati Abdya Akmal Ibrahim, menegaskan kepada Dinas PU dan Perkim agar proses tender pembangunan Masjid Agung atau Masjid Islamik Center di Desa Seunaloh, Blangpidie untuk tahun depan jangan sampai lapuk.

Pernyataan itu diungkapkan Bupati Akmal saat meninjau pembangunan Mesjid tersebut bersama Kepala Dinas PU dan Perkim dan juga ikut serta Wabup Muslizar, Senin (5/11) kemarin.

Masjid yang dibangun dengan anggaran Otsus itu, menelan angka senilai Rp54 miliar yang diperuntuk dalam dua tahap. Tahap pertama tahun ini senilai Rp24 miliar dan tahap kedua tahun 2019 senilai Rp30 miliar.

Selama empat bulan terakhir proses pembangunannya, hingga sekarang mencapai 65 persen. Selanjutnya akan dikerjakan dalam waktu yang tersisa dengan berakhir kontral untuk tahun ini pada 30 Desember mendatang.

Bupati Akmal berharap, semua tahapan proses tender untuk tahun depan harus ditempar jangan dibiarkan lapuk. “Insya Allah tahun depan dibulan dua kita lakukan kembali proses tender, supaya cepet pembangunanya. Kita sudah sepakat denga gubernur bahwa harus Otsus ini dulu yang di anggarkan,” kata Akmal.

Bangunan masjid yang lantainya akan ditutup dengan kramik seluas 1.800 meter ini, dirancang Bupati Akmal Ibrahim memiliki sebanyak 9 kubah diatasnya, termasuk kubah terbesar ditengah. Sementara di sekeliling bangunan didesain taman.

Dilantai paling bawah nantinya dijadikan perkantoran khusus kantor yang berkaitan dengan keagamaan. “Kantor-kantor yang berhubungan dengan agama kita pindah kesini. Semua yang berkaitan dengan keagamaan,” tambahnya.

*Letak Batu Pertama
Sementara itu, Akmal Ibrahim melakukan perletakan batu pertama pada pembangunan Masjid Safiatun Najah di Desa Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Selasa (6/11).
Usai perletakan batu pertama, Bupati menyatakan, pada saat melakukan perletakan batu pertama itu ia sambil berdoa agar masyarakat terus melakukan sumbangan agar pembangunan masjid ini terus dilakukan. “Pembangunan masjid sangat bangus dan ini salah suatu ibadah untuk kita,” katanya.
Menurutnya, melakukan ibadah itu bukan hanya salat, akan tetapi bersedekah dan bersalawat serta berlomba-lomba mencari ridha Allah itu juga merupakan ibadah. “Apa yang kita dapat sehari-hari, itu merupakan rejeki. Oleh karena itu, kita diharapkan untuk mengimfakan rejeki kepada orang lain. Termasuk ilmu dan jabatan yang kita dapatkan sebagai rejeki,” katanya.
Semua itu katanya, selain membangun masjid atas sedekah rejeki yang kita dapatkan jangan dilupakan pula bersedekah pada orang miskin dan anak yatim. “Jika kita melakukan bersedekah kepada masjid saja sementara orang miskin dan anak yatim tidak kita peduli, maka itu sama dengan pendusta agama. Sebab dalam agama dianjurkan untuk membantu anak yatim dan fakir miskin,” katanya.
“Tahun 2019 akan saya bantu Rp100 juta untuk pembangunan masjid ini dan kalau bisa tahun 2020 akan saya dable Rp200 juta,” paparnya.
Ketua inisiator pembangunan masjid tersebut menyebutkan, masjid ini pertama sekali merupakan masjid yaitu Masjid Jamik, selanjutnya baru dilanjutkan pembangunan masjid lain di gampong-gampong tetangga dalam kecamatan tersebut. “Pembangunan masjid ini dilakukan karena bangunan lama tidak mampu lagi menampung jamaah saat salat,” katanya.
Untuk tahap awal pembangunan ini, penitia sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp370 juta lebih dan semen 300 sak serta kerikil 10 truk. “Tentunya persiapan ini jauh masih kekurangan dan diharapkan dapat menyumbang bagi yang mampu,” ujarnya. (mag-80/bai)