Hasanudin Darjo jadi Ketua Perhiptani

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS menyerahkan penghargaan kepada penyuluh, di acara penutupan Jambore Penyuluhan Pertanian se-Aceh ke-2, di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat, Selasa (6/11). Denni Sartika/Rakyat Aceh

MEULABOH (RA) – Ketua Perhimpunan Pernyuluh Pertanian Indonesia (perhiptani) Aceh, Hasanudin Darjo, memperoleh SK menjadi Penasehat Bupati Aceh Barat. Hal ini terungkap dalam Jambore Penyuluhan Pertanian se-Aceh ke-2, di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat, 4-5 September 2018.

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS remi menutup acara jambore penyuluhan pertanian se-Aceh, ke-2 yang berlansung di Meulaboh. Ia menyatakan telah berkomitmen akan memakmurkan seluruh penyuluh dengan catatan penyuluh wajib memakmurkan kaum petani.

Melalui momen tersebut, Bupati juga sempat membahas mengenai berbagai persoalan tentang Penyuluh THL. Bahkan, ia minta Kepala Dinas Pertanian Aceh, sudui kiranya berkoordinasi dengan seluruh bupati/walikota untuk membuat surat usulan sisa THL Penyuluh Aceh, agar diangkat menjadi PNS. “Karena selama ini jasa penyuluh sangat luar biasa,” sarannya.

Berbicara budidaya tani, Ramli MS mengaku sangat optimal menjalankan program TNI Bertani di Kabupaten Aceh Barat, dengan mensinergikan antara para petani dan TNI. “Harapan saya, petani benar-benar lebih makmur dengan dibantu oleh TNI,” citanya.

Diakhir dialok, H. Ramli MS langsung memerintahkan Sekda Aceh Barat agar mengeluar Surat Keputusan (SK) untuk mengangkat Kepala Perhiptani Aceh menjadi penasehat bupati bidang pertanian.

Karena sangat harapkan, organisasi Perhiptani dapat membantu mewujudkan program mulia yang ingin memajukan kaum petani. “Dukungan dalam bentuk saran juga dibutuhkan untuk memajukan petani kita,” katanya.

Ketua Perhiptani Aceh Hasanudin Darjo, yang baru saja dipilih dan dilantik bersama pengurus, mengaku akan tetap menjalin koordinasi dan mohon arahan dari bupati dan gubernur di Aceh, demi mendukung penyuluh menjadi pengawal petani. “Biar Tidak ada sejangkal tanah di Aceh yang tidak termanfaatkan petani,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Aceh, Abdul Manan, mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus Perhiptani Aceh. RPJM Aceh telah menetapkan indokator untum meningkatkan produksi pertanian, khusus di Aceh tanaman pajali yaitu padi Jangung dan kedelai, persoalan benih akan targetkan swasembada pada 2020.

Abdul juga mengajak petani tidak hanya luas sawah, tapi juga tegalan dan perkebunan sebagai penopang pondasi ekonomi keluarga. “Kami harapkan penyuluh di wilayah masing mendata luas lahan masing untuk disampaikan ke BPP dan kemudian disampaikan ke Provinsi,” pintanya. (den/bai)