Pengacara Kaget, M Yusuf Langsung Ditahan

CALANG (RA) – Tim kuasa hukum M Yusuf, tersangka kasus korupsi pengadaan mobiler sekolah di Aceh Jaya, mengaku kaget kliennya langsung ditahan Kejari setempat. Apalagi saat pemanggilan pertama, mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut tidak didampingi pengacara.

 

“Jadi kami tidak mengetahui bagaimana isi BAP pertama, karena kami tidak dilibatkan,” kata Fajri Aidit, Kamis (8/11).

 

Fajri mengaku, saat ini pihaknya sedang mempelajari berkas pemeriksaan awal. Ia menyebutkan mendampingi kliennya pada pemeriksaan kedua.
“Baru kita tahu dan hadir (pemeriksaan) Rabu (8/11). Kita mendengarkan, itu masih BAP lama,” tegasnya lagi.

 

Ia juga menyebutkan pihaknya menghormati proses hukum. Penahanan merupakan kewenangan kejaksaan.

 

“Kami menghormati proses tugas tersebut. Kita tidak bisa melarang dalam proses penahanan. Mereka (kejaksaan) sedang menjalankan tugas, namun memang sedikit merasa kaget langsung dilakukan penahanan,” sebutnya.

*Tunjuk Pelaksana Tugas

Seperti diketahui, M. Yusuf saat ini menjabat Kepala Dinas Sosial Aceh Jaya. Agar dirinya fokus menghadapi proses hukum, Bupati Aceh Jaya, Irfan TB mengatakan dirinya telah menginstruksikan Sekda untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial.
“Agar pelayanan di Dinas Sosial berjalan normal sebagaimana mestinya,” sebutnya.
Ia juga mengaku, hingga saat ini pihak keluarga belum berkonsultasi dengannya terkait penangguhan penahanan.
“Walaupun adan penangguhan penahanan akan segera dinonaktifkan dari jabatan, agar lebih fokus dalam menjalani proses hukum yang sedang berjalan,” sebut Irfan.

*Dalami Aliran Dana

Kasi Pidsus Kejaksaan Aceh Jaya, Yudhi Saputra menyebutkan, pihaknya terus mendalami aliran dana kasus pengadaan mobiler sekolah.
Ia memastikan kerugian negara mencapai Rp2 miliar dari anggaran Rp5 miliar yang didanai Dana Otonomi Khusus Aceh Jaya tahun 2016.
“Terkait aliran keuangan itu, merupakan masalah teknis. Itu dibutuhkan nantinya untuk di persidangan,” jelasnya.
Katanya, tidak tertutup kemungkinan tersangka bakal bertambah, bila pihaknya menemukan fakta baru saat pendalaman aliran dana.(mag-67/mai)