Jembatan Pante Ceureumen Ambruk

Jembatan penghubung antar Kecamatan Pante Ceureumen-Kecamatan Kaway XVI, ambruk. Usai mengalami kikisan arus deras sungai yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Denni Sartika/Rakyat Aceh

MEULABOH (RA) – Jembatan penghubung antar Kecamatan Pante Ceureumen-Kecamatan Kaway XVI ambruk. Peristiwa tersebut terjadi dini hari Senin (12/11).

Penyebab ambruknya jembatan menuju Kota Meulaboh di Desa Ulee Raket, Desa Sawang Teube itu akibat terkikis arus sungai. Warga setempat menyebutkan jembatan sudah mengalami kerusakan sejak lama.

Sebelum ambruk, warga juga sempat memperbaiki jembatan dengan menutup lubang dengan batang sawit dan ditimbun tanah. Atbument yang ambruk, kini telah berada di dalam sungai.

Lahmuddin, warga sekitar mengatakan, saat ambruk jembatan mengeluarkan suara dentuman keras. Warga pada saat itu berbondong keluar karena terkejut mendegar.
“Saat keluar rumah kami melihat jembatan sudah patah,” jelasnya Senin (12/11).

Hingga berita ini diturunkan warga setempat terpaksa menggunakan jalur alternatif. Jembatan rangka baja tersebut tidak dapat dilewati menggunakan kenderaan.

“Saat ini jembatan memang tak bisa digunakan, otomatis warga terpaksa menggunakan jalan alternatif, sampai jembatan telah diperbaiki,” katanya.

Kapolsek Pante Ceureumen, Inspektur polisi Maini Salmasih mengatakan rubuhnya jembatan juga berdampak pada pembangunan fisik di Kecamatan Pante Cermen, akibat mobil pengangkut meterial untuk kegiatan fisik di Pante Ceuremen, harus lewat melalui jembatan Keudee Aron yang membutuhkan waktu tempuh mencapai 1 jam perjalanan.

Dirinya juga mengkhawatirkan dengan putusnya akses utama itu dapat berdampak naik harga barang di pusat pasar Kecamatan Pante Cereumen. “Khawatirnya harga barang jadi mahal. Semoga tidak ya,” ujarnya.

Ia juga memastikan saat jembatan ambruk tidak ada warga yang sedang melintas, sehingga tidak ada korban jiwa. (den/mai)