Ayah Merin Menyerahlah

Rakyat Aceh

KPK Kerahkan Polisi Melacak Keberadaan

BANDA ACEH (RA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan memasukkan Izil Azhar alias Ayah Merin ke Daftar Pencarian Orang (DPO). Pasalnya, Mantan Panglima GAM Wilayah Sabang dan Pulau Aceh itu, beberapa kali mangkir dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa.

“Sebelumnya tidak hadir ketika dipanggil sebagai tersangka dan dua kali sebagai saksi untuk Irwandi Yusuf,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (15/11).

Seperti diketahui, sebelumnya KPK melayangkan surat panggilan pada Ayah Merin pada Senin (17/9). Ia dipanggil sebagai saksi dalam kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 yang menjerat Gubernur Aceh (non aktif), Irwandi Yusuf.

Kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, hingga sekarang Izil belum penuhi pangilan itu. Ia meminta agar segera memenuhi panggilan KPK.

“Kalau dipanggil satu kali lagi tapi tidak datang, kita akan tetapkan DPO,” kata Laode di Aceh Besar, Kamis (15/11).

Sejauh ini, kata Laode, pihaknya telah berkordinasi dengan kepolisian untuk melacak keberadaan Ayah Merin. Namun, sampai saat ini belum berhasil dan tidak diketahui.
“Kami sudah lakukan pantau gerakan beliau (Ayah Merin). Ya, lebih bagus beliau menyerahkan diri,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada Ayah Merin segera menyerahkan diri ke KPK untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kepada kawan-kawan media, saya ingin mengimbau kepada yang bersangkutan (Ayah Merin) kalau bisa segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Seperti diketahui, Irwandi dan Izil telah ditetapkan sebagai tersangka perkara TPK Pelaksanaan Proyek Pembangunan Dermaga Sabang dibiayai APBN tahun 2006 hingga 2011. Keduanya disangka melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (ibi/mai)