Desember, Pabrik NPK Mulai Groundbreaking

SAMBUTAN : Direktur SDM & Umum PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Usni Syafrizal, memberikan sambutan pada acara survey Kepuasan Lingkungan 2018 di gedung Pertemuan Komplek PT PIM, Kamis (15/11). Armiadi/ Rakyat Aceh.

KRUENG GEUKUEH (RA) – Pembangunan pabrik NPK di kawasan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara, akan dilakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama, Desember mendatang.

“Kemungkinan, Pak Presiden akan melakukan groundbreaking. Mohon dukungan semua pihak, agar proyek pengembangan PT PIM dapat terlaksana,” ucap Direktur SDM & Umum PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Usni Syafrizal, dalam kegiatan Survey Kepuasan Lingkungan 2018 di gedung Pertemuan Komplek PT PIM, Kamis (15/11).

Acara itu dihadiri oleh masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan, seperti Gampong Tambon Tunong, Tambon Baroh, Paloh Gadeng, Krueng Geukueh, Blang Naleung Mameh, Blang Me dan Dusun Madat.

Ia mengatakan, pembangunan pabrik pupuk NPK dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu ton pertahun. Kehadiran pabrik itu untuk mendongkrak ekonomi masyarakat Aceh secara umumunya dan khususnya masyarakat lingkungan.

“Hubungan baik selama ini yang terjalin antara PT PIM dengan seluruh masyarakat lingkungan dapat terus terjaga. Karena kepentingan bersamalah yang menjadi pokok tujuan kita, yaitu bagaimana kita bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik dan mendapat keuntungan untuk kesejahteraan kita bersama,”harapnya.

Menurut dia, meskipun keadaan perusahaan saat ini belum begitu stabil baik secara operasional maupun finansial. Namun perusahaan harus tetap mewujudkan kepeduliannya terhadap masyarakat lingkungan melalui program-program pendidikan, agama, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan olahraga.

Ia menyebut, selain akan membangun pabrik NPK juga dalam beberapa tahun kedepan akan melakukan berbagai proyek-proyek pengembangan dalam skala bisnis PIM.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Dengan harapan pengembangan yang direnanakan itu dapat segera terwujud.

“Insya Allah, nantinya perusahaan dan masyarakat secara luas akan sama-sama menikmati manfaat dan keuntungan dari perusahaan,”ujarnya.

Sementara Manager PKBL & CSR PT PIM Zulhadi, mengatakan, pelaksanaan survei akan dilakukan oleh responden (masyarakat) dengan mengisi kuesioner yang telah disiapkan berisi empat penilaian utama.

Masing-masing, hubungan perusahaan dengan masyarakat disekitar lokasi operasional perusahaan, peran perusahaan kepada masyarakat disekitar lokasi pabrik, sikap dan pandangan masyarakat sekitar terhadap perusahaan serta saran-saran. (arm/min)