Lagi, Pemburu Bunuh Gajah

Ilustrasi IHSAN/RAKYAT ACEH

MEUREUDU (RA) – Seekor gajah jantan ditemukan mati di kawasan pegunungan Krueng Tijei, Kecamatan Meureudu. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menduga, kematian gajah tersebut dibunuh dengan motif pemburuan gading, apalagi gadingnya telah hilang.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan telah menerima laporan kematian gajah di kawasan dari kepala resort, Rabu (14/11). Ia langsung mengirimkan tim ke lokasi bangkai gajah untuk melakukan nekropsi.

Tim yang diturunkan terdiri dari dari dua dokter hewan, masing-masing Drh Rosa Rikahandayani dan Drh Ridwan, Mahot dan aparat polisi dari Polres Pidie. Setelah dilakukan TKP oleh tim dokter BKSDA Aceh, diketahui bahwa, gajah tersebut dibunuh dan telah mati selama sepekan lebih atau berkisar delapan hingga sembilan hari.

Gajah yang juga diketahui telah berusia 10 tahun tersebut, saat tim ke lokasi dan melakukan nekropsi, kata Sapto, sebagian gading telah hilang, tapi masih tersisa pangkal sepanjang 25 cm. Tim dokter hewan BKSDA juga melakukan pemindaian di bangkai gajah dengan metal detektor. Namun, tidak ditemukan unsur logam yang tertinggal.

“Gading gajah tersebut dipotong dengan sangat rapi. Bangkai gajah tersebut sudah rusak karena kematiannya sudah lebih seminggu. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, tim dokter mengambil sampel organ dalam untuk diuji di laboratorium pusat,” sebutnya, Kamis (15/11).

Untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut baru dapat disimpulkam paling cepat dua pekan, selambatnya sebulan setelah dilakukan uji laboratorium. Sapto juga meyebutkan, di lokasi tempat matinya gajah tersebut bukan kawasan konflik antara gajah dengan manusia dan dekat dengan kawasan hutan lindung.

Sebelumnya, salah seorang petani kebun di kawasan pegunungan Krueng Tijei Bang Wi nama panggilannya, mengaku sudah melihat bangkai gajah yang berusia muda tersebut yang dibunuh oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Dari kondisi di sekitar lokasi bangkai gajah yang dipenuhi tumpahan darah, gajah tersebut mati dibunuh, tapi bukan oleh pemburu gading, karena gajah itu belum ada gading,” terangnya sambil memperlihatkan vidio bangkai gajah yang direkamnya.

Saat tim BKSDA ke lokasi bangkai gajah tersebut, juga turut membawa pria yang sudah menguasai seluk beluk dari sebagian kawasan hutan tersebut, sebagai penunjuk jalan untuk sampai ke lokasi bangkai gajah.

Selama ini, Bang Wi mengaku sering melihat orang yang tak dikenal kerap kali masuk hutan kawasan tersebut yang tak diketahui penyebabnya, tetapi membawa senjata. Orang tersebut yakinnya berasal dari luar Aceh.

“Orang yang saya tidak kenal sering sekali masuk ke hutan ini. Saya juga meyakini mereka adalah penburu satwa,” terangnya. (mag-78/mai)