Banjir, Pelajar Bireuen tak Bisa Sekolah

Tak Bisa Sekolah : Siswa MAN 3 Bireuen tidak bisa belajar akibat sekolahnya banjir, Senin (19/11) pagi. RAKYAT ACEH/RAHMAT HIDAYAT

BIREUEN (RA) – Akibat halaman sekolah dan ruang kelas terendam banjir, seribuan lebih pelajar dan ratusan guru di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen,tidak dapat melaksanakan proses belajar mengajar, Senin (19/11).

Sekolah – sekolah masih terendam banjir diantaranya MAN 3 Bireuen dan MTsN 2 Bireuen, berada di Desa Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan. Banjir terjadi dampak hujan deras, Minggu (18/11) malam. Kondisi diperparah karena diseputaran sekolah dekat pemukiman penduduk itu belum ada saluran penghubung mengalirkan air ke saluran utama desa.

 

BACA JUGA : Rumah Warga Miskin Rusak Dibangun Secepatnya

Kepala sekolah MAN 3 Bireuen Matang Geulumpang M Nasir, ditanyai Rakyat Aceh Senin (19/11) pagi dilokasi, menjelaskan, dampak banjir guru dan 700 orang siswa-siswi tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar akibat banjir setinggi 50 Cm, merendam halaman sekolah dan masuk ke 23 ruangan kelas dan kantor.

Kendalanya disekitar lingkungan sekolah tidak ada saluran pembuangan dan juga kondisi halaman dan ruangan kelas sudah lebih rendah dari jalan desa dan juga jalan nasional Medan-Banda Aceh, harapan agar dibangun saluran disekitar sekolah.

“Disekitar sekolah kami belum ada saluran karena itu air dari jalan juga ikut masuk ke dalam halaman sekolah, kami harap agar dibangun saluran dan juga bangunan sekolah perlu direvitalisasi sebab sudah rendah sekali dari jalan,” ungkap M Nasir.

Senada dikatakan Ridlwan selaku Kepala MTsN 2 Bireuen di Matang Geulumpang Dua, berada di belakang MAN 2 Bireuen itu ditemui Rakyat Aceh dilokasi didampingi anggota TNI dari Koramil 06 Peusangan. Dikatakan banjir merendam halaman sekolah dan dari 24 ruangan sebagian besar masuk air termasuk kantor utama.

Dampaknya 65 guru serta 850 siswa-siswi tidak bisa melaksanakan dan mengikuti proses belajar mengajar, genangan banjir setinggi 50 Cm, dan disekitar 6 kelas dibagian belakang mencapai 1 meter. Sejumlah dokumen siswa berada dikantor utama basah terendam air.

Ditambahkan juga bahwa kendala dialami juga disekitar sekolah dan dipinggir jalan lorong depan dekat pagar sekolah itu tidak ada saluran dasar pembuangan air untuk dibuat parit mengalirkan air ke saluran utama Desa Matang Sagoe, jelasnya.

Sementara itu Camat Peusangan Erry Seprinaldi, S.STP.,S.Sos.,MSi dan Danramil 06 Peusangan Kapten Inf Baidarlani juga bersamaan turun kelokasi mengatakan. Ekses hujan semalam, sejumlah sekolah dan pemukiman warga serta persawahan terendam banjir.

Seperti di Desa Blang Panjoe Peusangan ada 15 rumah warga, Desa Matang Sagoe 15 rumah dan juga sekolah MAN 3 Bireuen dan MTsN 2 Bireuen, Desa Neuhen ada 5 rumah, Matang Cot Pase banjir di SD dan 10 rumah serta 20 hektare sawah sudah ditanam benih padi terendam banjir.

Selain itu juga banjir merendam 5 rumah warga dan MIN Desa Seunebok Aceh, juga
sawah dengan kondisi benih padi masih dalam penyemaian yakni di Desa Cot Nga, Krueng Deu, Karieng, Matang Mesjid, dan sebagian di Desa Meunasah Dayah, terang Camat Peusangan. (Rah)