Banda Aceh(RA) – Pelayanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba harus terus dilakukan peningkatannya, hal terse-but dilakukan untuk menyelamatkan genarasi Aceh yang sudah terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Aceh gelar rapat kerja bidang rehabilitasi BNN Propinsi dan BNN Kabupaten Kota dengan tema “Standarisasi layanan rehabilitasi berkelanjutan bagi korban penyalahgunaan narkotika”. Kegiatan tersebut digelar selama 2 hari di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, dari hari Kamis (22/11/2018).

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, MH melalui Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes yang didampingi Kasi PLR BNNP Aceh dr. Deny mengatakan program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini merupakan milik masyarakat, tentu dengan program P4GN ini diharapkan dapat menuntaskan masalah narkotika di bumi serambi mekkah ini.

Sayuti mengharapkan supaya komponen masyarakat juga ikut berperan aktif untuk memfasilitasi layanan rehab, hal tersebut bertujuan utnuk membantu pemerintah dalam rangka menyembuhkan para korban penyalahgunaan narkotika.

“Masyarakat harus mengambil peran untuk ikut memfasilitasi layanan rehab, baik itu dalam bentuk layanan rehab sosial, atau merangkul teman-teman atau saudara kita yang sudah terlanjut terkena barang haram itu ikut program rehab,” harap sayuti.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu takut untuk mengakses layanan rehab yang ada di BNN, karena itu tidak akan diproses hukum, akan tetapi bidang rehabilitasi menganggap masyarakat yang sudah terkena barang haram itu merupakan korban, jadi korban ini harus dipulihkan harus direhab.

“di BNN itu punya bidang masing-masing sepertihalnya bidang pemberdayaan masyarakat, bidang penindakan dan juga bidang rehabilitasi, khusus yang menangani mereka yang sudah terkena narkoba,” ujarnya.

Untuk klinik rehab yang ada disetiap BNNP dan BNNK itu akan melayani para korban secara gratis alias biaya rehab itu ditanggung pemerintah melalui BNN.

“Manfaatkanlah layanan rehab BNN untuk sembuh dari zat aditif yang sudah terlanjur mengkonsumsi itu, selain diklinik tersebut juga ada tim dokter, psikolog, ada asesor yang membantu mereka lepas dari konsumsi narkotika,” ajak Sayuti lagi.

Sayuti menyebutkan, hingga 2018 baru sekitar 1200 orang yang sudah dilakukan rehabilitasi dari 63.000 orang yang sudah menjadi korban penyalahgunaan barang haram itu di BNNP Aceh.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada para peserta raker dari BNNP dan BNN Kabupaten untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui sosialisasi layanan rehabilitasi, supaya masyarakat tidak meragu menghakses layanan milik BNN.red/Ra