Berawal Kasus Penganiayaan Soal Utang

Door, Nyali Diduga Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet Ciut

BIREUEN (RA) – Lima orang diduga tersangka penganiayaan terhadap korban Ihza Zulmi (18) anak Ipda Muchtaruddin Wakapolsek Kota Juang, sempat kabur dan menyerang polisi memakai rencong, berhasil diringkus tim Satresnarkoba Polres Bireuen, setelah melepas tembakan peringatan ke udara, Kamis (23/11) pukul 23.30 Wib diterminal Kota Bireuen.

Paska ditangkap dari barang bukti yang diamankan oleh tim Satresnarkoba Polres Bireuen, pelaku diduga komplotan pencuri sarang burung walet. “Pemukulan karena masalah utang piutang antara korban Ihza Zulmi dengan salah satu adek tersangka,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan,SIK.,MSi melalui Kasatresnarkoba Ipda M Nazir, SH.,MH.

Diterangkan identitas kelima tersangka yakni berinisial F Bin B (19) jualan Desa Lhok Asan Kecamatan Geudong Aceh Utara. RI Bin H SI (23) security, Desa Reulet, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

FR Bin Z (23) tukang becak, Desa Ujong Blang Lhokseumawe. SS Bin Alm S (30) buruh Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur. RF Bin A K (20) tukang bangunan, Desa Alem, Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara.

Kronologis kejadinnya saat itu tim opsnal Satresnarkoba Polres Bireuen sedang melakukan patroli diseputaran Kota Juang dan mendapat telpon dari anggota provost Polres Bireuen Bripda Ozi Ramadhan, telah terjadi pemukulan terhadap korban alamat di asrama polisi Karang Rejo, Kota Juang Bireuen, oleh orang tak dikenal.

Tim opsnal Satresnarkoba melakukan pengejaran terhadap mobil dicurigai dan memberhentikan mobil tersebut. Namun para tersangka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas dengan cara menyerang petugas menggunakan rencong sehingga petugas memberi tembakan peringatan tiga kali.

Selanjutnya para tersangka menyerah dan diamankan petugas, dan melakukan pengeledahan badan, namun tersangka Rizal mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan plastik yang berisikan narkotika jenis sabu.

Diantara plastik narkotika jenis sabu yang dikunyah oleh tersangka tersisa satu paket narkotika jenis sabu didalam mulut tersangka yang sudah hancur dikunyah. “Para tersangka diduga komplotan pencuri sarang burung walet, korban pemukulan sudah membuat laporan ke SPKT Polres Bireuen,” terang Ipda M Nazir.

Barang bukti diamankan satu unit mobil Avanza hitam B 2544 BFF, satu linggis,
tang potong, tang monyet, sangkur, dua gunting, satu obeng dan kunci T, tiga rencong, satu timbangan digital, sarung senjata, dompet berisikan 7 sarang walet, satu paket sabu seberat 0,12 gram.

Kemudian juga diamankan empat dompet warna hitam, masing-masing satu buah hand phone android merk xiomi, nokia warna biru, maxtron warna hitam, rinci Kasatreskoba. (Rahmat Hidayat)