Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 4 Dec 2018 04:10 WIB ·

Gelondongan Kayu Masih Tertumpu


 Pasca banjir bandang / RA Perbesar

Pasca banjir bandang / RA

Harianrakyataceh.com – Pasca banjir bandang menerjang dua kecamatan di Aceh Tenggara, hingga kini pemukiman warga masih di penuhi potongan kayu gelondongan, Selasa (3/12).

Potongan kayu gelondongan beserta akar kayu masih berserakan di tiga Desa, baik itu desa dalam Kecamatan Ketambe, maupun dua desa dalam Kecamatan Badar.

Armen Toni, korban banjir bandang di Desa Natam Baru, mengatakan kayu gelondongan yang sudah melapuk tersebut turun bersamaan dengan bebatuan diduga bekas ilegal loging. “Kayu ini turun bersamaan dengan air, dari atas gunung,” katanya.

Sementara Kepala Desa Kayu, Mentagur Hakimin, minimnya alat berat diturunkan dilokasi banjir membuat material hingga kini masih berserakan di pemukiman warga. “Tidak ada alat berat beko bekerja membersihkan dan truk untuk membuang material yang kandas di pemukiman, sementara alat berat hanya bekerja di Sungai,” jelasnya.

Disisi lain, BPBD mencatat jumlah data korban banjir bandang Desa Lawe Menderung dan Desa Natam Baru, sebanyak 69 kepala Keluarga. Terdiri dari laki-laki 114 Jiwa, perempuan 125 Jiwa. Dari data diatas terdapat 27 diantaranya balita, ibu hamil 4 orang serta lansia 3 jiwa. Adapun pelajar baik SD, SMP maupun SMA mencapai 68 siswa.

Sementara Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Har Deny, meninjau lokasi banjir bandang di Gampong Natam, meminta BPBD untuk secepatnya membersihkan material kayu gelondongan terdapat dipemukiman.

Permintaan itu dikarenakan kekhawatiran dirinya bila daerah ini kembali terjadi banjir susulan. Diyakini bisa membuat kerusakan yang lebih luas lagi. “Kita khawatir akan dapat memicu kerusakan besar bila terjadi banjir susulan, karena material masih tertahan dijalan air,” pungkas Har Deny. (val/bai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Jaga Ekosistem Alam, Kodim 0102/Pidie dan Jajaran Semai 3000 Bibit Pohon Keras dan Manggrove

17 July 2024 - 12:44 WIB

Kodim 0102/Pidie Dan Subdenpom IM/1-3 Sigli Periksa Kelengkapan Kenderaan Prajurit

16 July 2024 - 11:57 WIB

DPRK Abdya Usul Tiga Nama Calon Pj Bupati

16 July 2024 - 06:22 WIB

Siapkan Hadiah Rp 30 Juta, Piala Ketua Askab PSSI Bireuen Bergulir di Cureh

16 July 2024 - 06:19 WIB

Operasi Patuh Seulawah, Ingatkan Pengendara Kembali Tertib Berlalulintas

15 July 2024 - 17:29 WIB

Dukung PON dan Ekonomi Syariah, KB Bank Syariah Hadir di Lhokseumawe

14 July 2024 - 19:24 WIB

Trending di DAERAH